Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta Sudah 46 Persen, BPS Kerahkan 342 Petugas

Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta Sudah 46 Persen, BPS Kerahkan 342 Petugas

Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta Sudah 46 Persen, BPS Kerahkan 342 Petugas--Ist

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang tengah dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menghasilkan data berkualitas yang akan memperkuat fondasi pembangunan ekonomi Indonesia.

Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Pendataan tersebut bertujuan menghimpun informasi dasar seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia, kecuali sektor pertanian dan administrasi pemerintahan.

"Karena ini sensus, maka seluruh populasi usaha didata. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar untuk melihat struktur ekonomi, karakteristik pelaku usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi ramah lingkungan," kata Joko dalam jumpa pers di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, data yang akurat sangat dibutuhkan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Selain menjadi dasar perencanaan pembangunan, hasil sensus juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong investasi, memperkuat daya saing daerah, hingga mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Resmikan Bekalista, 80 Pengemudi Becak di Yogyakarta Terima Becak Listrik

Joko menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya memotret jumlah pelaku usaha, tetapi juga perkembangan model bisnis yang terus berubah, termasuk meningkatnya penggunaan teknologi digital dan praktik usaha yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Pendataan dilakukan secara langsung atau door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Petugas akan mendatangi rumah tangga, bangunan, maupun lokasi usaha untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi tercatat, termasuk usaha rumahan dan bisnis berbasis daring.

Ia menegaskan bahwa setiap usaha memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional, meskipun berskala kecil.

"Usaha sekecil apa pun tetap memiliki peran bagi perekonomian. Jika jumlahnya banyak, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi juga sangat besar," ungkapnya.

Di Kota Yogyakarta, BPS menerjunkan 342 petugas lapangan untuk mendata 2.674 satuan lingkungan setempat (SLS) yang tersebar di 45 kelurahan dan 14 kemantren. Sementara pendataan perusahaan besar dan menengah dilakukan oleh 44 petugas dari BPS Kota Yogyakarta dan BPS DIY.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas telah mengikuti pelatihan selama enam hari yang mencakup materi konseptual hingga praktik wawancara. Langkah tersebut dilakukan agar proses pendataan berlangsung seragam dan menghasilkan data yang valid.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres pendataan di Kota Yogyakarta telah mencapai sekitar 46 persen. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan progres waktu pelaksanaan yang baru sekitar 40 persen sehingga pelaksanaan sensus dinilai berjalan sesuai target.

BACA JUGA:Sempat Kabur ke Pulau Jawa, Pelaku Penipuan Gadai Sawah Akhirnya Ditangkap Polisi di Bandar Lampung

Selain layanan wawancara langsung, BPS juga menyediakan fasilitas Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu. Melalui metode tersebut, responden dapat mengisi data secara daring setelah berkoordinasi dengan petugas sensus untuk memperoleh tautan resmi.

Tag
Share
Berita Lainnya