ARTJOG 2026 Digelar 19 Juni–30 Agustus, Libatkan Seniman Muda hingga Anak-Anak

ARTJOG 2026 Digelar 19 Juni–30 Agustus, Libatkan Seniman Muda hingga Anak-Anak

ARTJOG 2026 Digelar 19 Juni–30 Agustus, Libatkan Seniman Muda hingga Anak-Anak--Ist

Selain itu, pelajar SD hingga SMA akan mendapatkan pelatihan khusus untuk mendampingi pengunjung difabel selama penyelenggaraan pameran.

Bagi pengunjung yang tertarik pada isu lingkungan dan desain, ARTJOG kembali menghadirkan The Others Lab.

Didukung TACO Laminate Indonesia dan bekerja sama dengan Studio Banda dari Bali, program ini mengajak publik mengeksplorasi berbagai persoalan lingkungan melalui pendekatan desain eksperimental. Beragam diskusi dan lokakarya juga akan digelar selama pameran berlangsung.

BACA JUGA:Festival Kethoprak Kota Yogyakarta 2026 Jadi Ruang Regenerasi Seni Tradisi

Performa ARTJOG Hadirkan Kolaborasi Internasional

Tak hanya seni rupa, ARTJOG juga menghadirkan berbagai pertunjukan menarik melalui program performa ARTJOG yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation.

Tahun ini, panggung performa akan diramaikan oleh musisi asal Prancis Violet Indigo dan grup musik Watchdog hasil kolaborasi dengan IFI Yogyakarta.

Selain itu, kerja sama dengan Project Eleven Australia menghadirkan kolaborasi lintas negara antara Monica Lim, Patrick Hartono, Morgan May, Serenata Choir ISI Yogyakarta, serta Australian Art Orchestra.

Dua pertunjukan multidisiplin yang paling dinantikan adalah "Daughters of the Sea" dari Artistique Théâtre (Prancis) dan "Ma 'Bua" karya koreografer Densiel Lebang.

BACA JUGA:Jelang Pengajian Gus Iqdam, Ring Satu Mandala Krida Disterilkan

Seluruh pertunjukan performa ARTJOG akan berlangsung setiap akhir pekan selama penyelenggaraan festival.

Selain pameran dan pertunjukan, pengunjung juga dapat mengikuti Exhibition Tour, Meet the Artist, ARTCARE Indonesia, hingga berburu koleksi eksklusif dalam Merchandise Project yang menggandeng sejumlah seniman dan desainer ternama.

Dengan rangkaian program yang semakin beragam, ARTJOG 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda seni paling dinanti di Indonesia sekaligus menjadi magnet wisata budaya Yogyakarta selama musim liburan pertengahan tahun. (Faqih).

Tag
Share
Berita Lainnya