Tanamkan Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Yogyakarta Ajak Siswa Hargai Perbedaan
Tanamkan Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Yogyakarta Ajak Siswa Hargai Perbedaan--Ist
YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Perbedaan pilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi menimbulkan perpecahan. Sikap saling menghormati inilah yang mulai dikenalkan kepada siswa sejak bangku sekolah sebagai bagian dari pendidikan demokrasi.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan kokurikuler “Suara Demokrasi” yang digelar SMP Negeri 13 Yogyakarta pada Rabu–Kamis, 7–8 Oktober 2026. Dalam kegiatan ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Yogyakarta hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pentingnya menghargai pilihan orang lain.
Para siswa diajak melihat demokrasi dari hal-hal sederhana yang mereka jumpai sehari-hari. Mulai dari keberanian menyampaikan pendapat, kebebasan menentukan pilihan, hingga bagaimana menyikapi perbedaan pandangan dengan tetap menjaga kebersamaan.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, membawakan materi bertajuk “Sekolah sebagai Laboratorium Demokrasi”.
BACA JUGA:Menaker Yassierli Ajak Masyarakat Ikut Pelatihan Gratis, Bisa Jadi Modal Cari Kerja
Dalam penyampaiannya, Nurhayati menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam memperkenalkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Terlebih, kehidupan di sekolah memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan dan menghormati hak sesama.
Pendidikan demokrasi, menurutnya, tidak cukup hanya disampaikan melalui penjelasan di ruang kelas. Siswa juga perlu mendapatkan pengalaman langsung agar memahami bagaimana prinsip demokrasi diterapkan dalam kehidupan bersama.
Salah satu contohnya adalah Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS atau Pemilos. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal proses pemilihan sekaligus belajar menggunakan hak suara secara bertanggung jawab.
“Sekolah merupakan ruang yang tepat untuk mengenalkan demokrasi melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan siswa. Pemilos dapat menjadi sarana belajar bagaimana menggunakan hak pilih, menyampaikan pilihan, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap keputusan bersama,” ujar Nurhayati, Kamis (8/10/2026).
BACA JUGA:Target Pengadaan Beras BULOG 2026 Terlampaui, Kanwil Yogyakarta Capai 108,52 Persen
Belajar Berbeda Pilihan Lewat Pemilihan OSIS
Pemilos menjadi salah satu contoh yang digunakan Bawaslu untuk menjelaskan bahwa praktik demokrasi sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan pelajar.
Dalam pemilihan tersebut, setiap siswa memiliki kesempatan menentukan calon ketua dan wakil ketua OSIS berdasarkan pertimbangan masing-masing. Perbedaan dukungan antarsiswa merupakan bagian dari proses demokrasi yang perlu disikapi dengan saling menghormati.
Siswa juga diajak memahami bahwa kebebasan memilih harus diimbangi dengan tanggung jawab. Pilihan seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan pendapat orang lain ataupun merusak hubungan pertemanan.
- Tag
- Share
-