Dorong Kemandirian Ekonomi, BUMKal Nyawiji Condongcatur Petakan Potensi Wilayah
Dorong Kemandirian Ekonomi, BUMKal Nyawiji Condongcatur Petakan Potensi Wilayah--Ist
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sleman, Agung Margandhi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pemilihan usaha BUMKal tidak cukup hanya berdasarkan tren yang sedang berkembang.
Menurutnya, pengembangan usaha perlu mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti kebutuhan masyarakat, potensi lokal, kemampuan sumber daya manusia, peluang pasar, keberlanjutan usaha, serta kesiapan mitra kerja.
"Usaha yang dipilih harus memiliki kebutuhan pasar, dapat dijalankan oleh sumber daya manusia lokal, menghasilkan keuntungan, dan memiliki peluang untuk berkembang dalam jangka panjang," jelas Agung.
Ia mengatakan pemetaan potensi dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan masyarakat dan pelaku usaha, analisis data kalurahan, serta diskusi kelompok.
BACA JUGA:Stasiun Lempuyangan Yogyakarta Berbenah, Akses Penumpang dan Konektivitas Transportasi Mulai Ditata
Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan sektor usaha prioritas yang memiliki peluang dikembangkan.
Beberapa bidang usaha yang dapat menjadi pilihan meliputi distribusi pangan, sektor pertanian, peternakan, toko desa, layanan pembayaran digital, logistik, pariwisata, hingga pemasaran produk lokal.
Dalam pengembangan usaha, BUMKal juga dapat membangun kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, perbankan, perusahaan swasta, ritel modern, hotel, restoran, industri, maupun lokapasar.
Perwakilan BUMKal Nyawiji Condongcatur, Kuwat, S.Pd., S.T., mengatakan kondisi wilayah Condongcatur sebagai kawasan perkotaan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi usaha.
Menurutnya, keterbatasan lahan membuat BUMKal harus memilih usaha yang efisien, memiliki nilai ekonomi, serta sesuai dengan kebutuhan pasar.
Salah satu inovasi yang saat ini dikembangkan adalah pembangunan greenhouse untuk budi daya buah melon.
BACA JUGA:Meriahkan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil
"Condongcatur saat ini termasuk wilayah perkotaan dengan lahan yang semakin terbatas. Karena itu, BUMKal mengembangkan greenhouse untuk penanaman buah melon sebagai upaya memanfaatkan lahan secara produktif," ungkap Kuwat.
Pengembangan greenhouse tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif usaha baru yang mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ketua BPKal Condongcatur, Sunarto, S.Sos., menyampaikan bahwa penguatan BUMKal masih diperlukan agar seluruh unit usaha yang ada dapat berjalan lebih maksimal.
- Tag
- Share
-