Kotabaru Heritage Film Festival 2026 Digelar 17-19 September, Ini Rangkaian Agendanya
Kotabaru Heritage Film Festival 2026 Digelar 17-19 September, Ini Rangkaian Agendanya--Ist
Selain pemutaran film, Wregas Bhanuteja juga dijadwalkan hadir dalam program Director Talks untuk berbagi pengalaman mengenai proses kreatif dan perspektif dalam menghasilkan karya film.
KHFF Bahas Repatriasi dan Makna Warisan Budaya
KHFF 2026 tidak hanya menghadirkan program pemutaran film, tetapi juga membuka pembahasan mengenai isu global terkait warisan budaya melalui program Beyond Provenance.
Program tersebut menampilkan film-film hasil kolaborasi Indonesia dan Belanda yang mengangkat persoalan repatriasi, yaitu pengembalian benda budaya ke wilayah asalnya.
Suluh menjelaskan, persoalan repatriasi tidak berhenti pada proses pengembalian benda budaya. Hal yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat kembali memberikan perhatian dan makna terhadap warisan tersebut.
"Ketika tempatnya sudah kembali di sini tetapi kemudian kita tidak merespons dan tidak aware dengan itu, sebenarnya benda itu tidak akan bunyi," tuturnya.
Melalui program tersebut, KHFF ingin menghadirkan ruang diskusi mengenai sejarah, identitas, kepemilikan, serta keberlangsungan warisan budaya.
KHFF EduScreen Perluas Akses Pelajar dan Komunitas
Pada tahun ini, KHFF juga memperkenalkan program KHFF EduScreen yang ditujukan bagi pelajar, mahasiswa, sekolah, kampus, dan komunitas.
Program tersebut dibuat sebagai respons terhadap tingginya ketertarikan kelompok pendidikan terhadap penyelenggaraan festival pada tahun-tahun sebelumnya.
Peserta dapat mengikuti rangkaian KHFF melalui pendaftaran yang dilakukan bersama pendamping, seperti guru, dosen, maupun pengelola komunitas.
Melalui program ini, peserta memperoleh sejumlah fasilitas, termasuk e-sertifikat dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, snack kit, serta akses gratis ke beberapa agenda festival.
Kantata Takwa dan Sawung Jabo Meriahkan Penutupan KHFF 2026
- Tag
- Share
-