Kotabaru Heritage Film Festival 2026 Digelar 17-19 September, Ini Rangkaian Agendanya
Kotabaru Heritage Film Festival 2026 Digelar 17-19 September, Ini Rangkaian Agendanya--Ist
Sementara Rute Perjuangan akan membawa peserta melihat berbagai jejak sejarah perjuangan dan peristiwa penting di Kota Baru, termasuk kawasan SMA 3 Yogyakarta.
Setelah perjalanan selesai, peserta akan kembali berkumpul di Pasar Terban untuk mengikuti pemutaran film dengan konsep Becak Drive-In Cinema.
Menurut Yetti, kehadiran becak listrik dalam festival tersebut menjadi bentuk adaptasi warisan budaya takbenda agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
"Becak ini sudah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda. Bagaimana kemudian becak tetap dihadirkan sebagai warisan budaya takbenda dalam konteks hari ini melalui listrik," jelasnya.
BACA JUGA:Warga Gunungkidul Kesulitan Air Bersih, Dishub Kota Yogyakarta Kirim Bantuan 25 Tangki
184 Film Masuk Seleksi KHFF 2026
Direktur Festival KHFF 2026 Siska Raharja mengungkapkan, jumlah karya yang mendaftar pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 184 film tercatat masuk sebagai submission.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi selama empat tahun perjalanan Kotabaru Heritage Film Festival.
Dari ratusan karya yang masuk, panitia kemudian memilih 15 film untuk mengikuti program kompetisi.
Belasan film tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni Mahaditya, Karyanakri, dan Perwasiswa. Masing-masing kategori berisi lima film.
Selain kompetisi, KHFF 2026 juga menghadirkan sejumlah program lain, seperti panorama film, pemutaran film heritage, film nasional dan internasional, workshop, talks, serta forum kebudayaan.
Para Perasuk Dipilih sebagai Film Pembuka
Film Para Perasuk (Levitating) karya sutradara Wregas Bhanuteja menjadi film pembuka KHFF 2026.
Direktur Program KHFF Suluh Pamuji mengatakan, film tersebut memiliki keterkaitan dengan gagasan utama festival karena mengangkat hubungan antara tradisi, identitas budaya, dan persoalan masyarakat masa kini.
"Heritage itu bagaimana supaya tidak hanya muncul sebagai sesuatu yang lama, tetapi terasa dan terhubung dengan persoalan hari ini," ungkap Suluh.
- Tag
- Share
-