JATAM dan POLINELA Tanam Perdana Edamame di Lampung Tengah, Bidik Pasar Eskpor Jepang dan Korea

JATAM dan POLINELA Tanam Perdana Edamame di Lampung Tengah, Bidik Pasar Eskpor Jepang dan Korea

Kepala Kampung Poncowati Lampung Tengah, Abu Bakar Sodiq--Ist

LAMPUNG TENGAH, INFOWAW.ID — Pengembangan komoditas edamame mulai didorong di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Tengah bersama Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) melakukan penanaman perdana edamame di Taman Umbul Jati, Kampung Poncowati, Ahad (6/9/2026).

Penanaman tersebut menjadi langkah awal pengembangan edamame berbasis pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan. Dalam jangka panjang, komoditas ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, khususnya Jepang dan Korea Selatan.

Ketua JATAM Lampung Tengah Agung Sarwono mengatakan, kerja sama dengan POLINELA pada tahap awal diarahkan untuk mengenalkan varietas edamame sekaligus memperkuat basis data pertanian, termasuk data tanaman dan kondisi iklim.

“Target jangka panjangnya adalah ekspor. Konsumen terbesar edamame itu ada di Korea Selatan dan Jepang,” kata Agung.

BACA JUGA: Penerbangan Terganggu Erupsi Anak Krakatau, Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah Antisipasi

Menurut dia, pengembangan edamame membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik dari sisi pengetahuan, teknologi maupun data pertanian. Karena itu, JATAM menggandeng POLINELA, BMKG Stasiun Klimatologi Lampung, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM Lampung, PDM Lampung Tengah, PDM Tanggamus, mahasiswa, serta sejumlah mitra.

Keterlibatan para pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat pengalaman dan jaringan JATAM dalam mengembangkan edamame sebagai komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kampung Poncowati. Kepala Kampung Poncowati Abu Bakar Sodiq mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan edamame, termasuk menyediakan lahan yang lebih luas apabila demplot awal menunjukkan hasil positif.

“Kami siap 10 hektare nanti. Tidak mungkin kampung kami ini banyak lahan yang tidak mau ditanam. Kami siap mendukung penanaman edamame di kampung kami,” ujar Abu Bakar.

Ia berharap pengembangan demplot tidak berhenti pada penanaman perdana, tetapi dapat berlanjut dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua MPM PWM Lampung Eddy Waluyo mengatakan, pendampingan pengembangan demplot edamame dilakukan di tiga lokasi, yakni Punggur, Poncowati, dan Padang Ratu.

BACA JUGA:Antisipasi Abu Vulkanik Erupsi GAK, Polres Mesuji Turun Langsung Bagikan Masker di Sejumlah Wilayah

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian dan ketahanan pangan. Menurut Eddy, edamame memiliki peluang ekonomi yang cukup besar karena tidak hanya dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga diarahkan ke pasar ekspor.

“Kerja sama ini merupakan pendampingan pemberdayaan masyarakat melalui ketahanan pangan, salah satunya dengan penanaman edamame. Edamame juga memiliki peluang yang bagus untuk pasar ekspor,” kata Eddy.

Tag
Share
Berita Lainnya