SIMANTAP Jadi Inovasi Mahasiswa UAJY untuk Digitalisasi Pengelolaan Aset Condongcatur

SIMANTAP Jadi Inovasi Mahasiswa UAJY untuk Digitalisasi Pengelolaan Aset Condongcatur

SIMANTAP Jadi Inovasi Mahasiswa UAJY untuk Digitalisasi Pengelolaan Aset Condongcatur--Ist

Dengan pencatatan tersebut, informasi mengenai penggunaan aset diharapkan lebih mudah ditelusuri ketika dibutuhkan.

“Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi Kalurahan Condongcatur, mendukung pelayanan kepada masyarakat, serta menjadi inspirasi penerapan digitalisasi tata kelola pemerintahan di tingkat kalurahan,” ujar Yosafat.

Pemaparan SIMANTAP mendapat respons dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Perangkat kalurahan memberikan sejumlah catatan dan masukan yang dapat digunakan untuk pengembangan sistem selanjutnya, terutama agar sistem sesuai dengan kebutuhan administrasi dan regulasi pengelolaan aset.

BACA JUGA:Meriahkan HUT ke-81 RI, KAI Daop 6 Gelar Beragam Kegiatan di Stasiun Yogyakarta

Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari, S.TP., M.Sc., berharap SIMANTAP dapat terus dikembangkan setelah penelitian skripsi Yosafat William Sinar Wiharono selesai.

“Kami mengapresiasi penelitian dan sistem yang telah dikembangkan. Semoga ke depan SIMANTAP dapat terus disempurnakan dan diaplikasikan di lingkungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur guna mendukung inovasi teknologi, khususnya dalam mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset kalurahan,” kata Riska.

Menurut Riska, teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk membantu pencatatan, monitoring, dan penelusuran data aset. Pengembangannya, kata dia, tetap harus memperhatikan kebutuhan pemerintah kalurahan dan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kaur Tata Laksana Condongcatur Andree Setiawan, S.H.I., yang bertanggung jawab dalam bidang aset kalurahan, melihat SIMANTAP memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Ia menilai metode yang digunakan dalam penelitian tersebut sudah baik. Informasi yang tersedia di dalam SIMANTAP juga dinilai cukup terperinci.

“Alat dan metode yang digunakan dalam penelitian ini sudah sangat bagus. Sistemnya bisa diaplikasikan dan informasi yang disajikan juga cukup detail. Apabila terus dikembangkan dan disempurnakan, sistem seperti ini berpotensi diterapkan dalam pemerintahan, baik di tingkat kalurahan maupun kabupaten,” ungkap Andree.

Menurut Andree, penyempurnaan sistem perlu dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan regulasi dan kebutuhan pengguna dari waktu ke waktu.

“Harapannya, pengembangan sistem ini selalu mengikuti perkembangan peraturan maupun kebutuhan yang ada sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna, baik di lingkungan perusahaan maupun pemerintahan,” tutur Andree.

BACA JUGA:Meriahkan HUT ke-81 RI, KAI Daop 6 Gelar Beragam Kegiatan di Stasiun Yogyakarta

Skripsi yang Berangkat dari Kebutuhan Lapangan

Pengembangan SIMANTAP memperlihatkan bahwa penelitian mahasiswa dapat berangkat dari kebutuhan yang ditemui langsung di lapangan. Dalam kasus ini, proses administrasi aset di tingkat kalurahan menjadi objek penelitian sekaligus dasar untuk merancang sebuah sistem informasi.

Tag
Share
Berita Lainnya