UKDW dan JIKF 2026 Buka Wawasan Baru Fotografi Udara Berbasis Layang-layang
UKDW dan JIKF 2026 Buka Wawasan Baru Fotografi Udara Berbasis Layang-layang--ist
YOGYAKARTA, INFOWAW.ID — Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 mulai memperkenalkan Kite Aerial Photography (KAP) atau fotografi udara menggunakan layang-layang kepada masyarakat melalui pameran dan workshop yang digelar di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to JIKF 2026 yang akan berlangsung hingga 9 Juli mendatang.
Pembukaan acara ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Angkasa Satu selaku penyelenggara JIKF 2026 dan UKDW. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata serta Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketua Angkasa Satu, RDA Yuristianto, mengatakan penyelenggaraan pameran dan workshop bertujuan memperkenalkan KAP yang hingga kini masih relatif belum dikenal luas di Yogyakarta.
“Di Jogja, KAP ini masih belum banyak dikenal. Karena itu kami menggandeng UKM Photography UKDW untuk mengenalkan kepada generasi muda bahwa ada banyak bentuk seni fotografi yang bisa dikembangkan melalui layang-layang,” kata Yuristianto saat pembukaan kegiatan.
BACA JUGA:Kapolres Mesuji Terima 6 Pucuk Senpira dari Tokoh Masyarakat Talang Gunung
Kite Aerial Photography merupakan teknik pengambilan gambar dari udara menggunakan kamera yang dipasang pada layang-layang. Berbeda dengan fotografi udara berbasis drone, teknik ini mengandalkan kekuatan angin dan kemampuan mengendalikan layang-layang untuk mendapatkan hasil foto dari ketinggian.
Yuristianto menjelaskan, pengenalan KAP melalui lingkungan kampus diharapkan dapat menarik minat mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal potensi pemanfaatan layang-layang dalam bidang seni dan teknologi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut melibatkan UKM Duta Wacana Photography (DWPh) serta Program Studi Desain Produk UKDW. Mahasiswa turut berperan dalam proses persiapan hingga pelaksanaan pameran dan workshop.
Wakil Rektor I UKDW, Dr. Rosa Delima, S.Kom., M.Kom., menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurut dia, KAP menjadi pengetahuan baru yang dapat memperluas wawasan mahasiswa dalam menghasilkan karya kreatif.
“Kegiatan ini sangat menarik dan memberikan perspektif baru. Harapannya dapat memperkaya kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan karya yang unik dan inovatif,” ungkapnya.
Workshop KAP menghadirkan dua narasumber, yakni peneliti Auto Kite Aerial Photography Dr. Ir. Martinus S.T., M.Sc. dan praktisi sekaligus pengembang KAP Indonesia Ir. Anshori Djausal, M.T. Peserta memperoleh materi mengenai sejarah, teknik dasar, hingga demonstrasi praktik pengoperasian perangkat KAP.
BACA JUGA:Umi Laila: Tiga Ranperda Harus Beri Kepastian Hukum dan Manfaat bagi Masyarakat
Anshori menilai pengenalan KAP di lingkungan kampus menjadi langkah penting karena teknik tersebut memiliki potensi penerapan yang luas, mulai dari bidang seni, penelitian, hingga pengembangan ilmu pengetahuan.
“Banyak aspek yang bisa dikembangkan melalui KAP, baik untuk kebutuhan seni, sains, maupun edukasi. Karena itu keterlibatan mahasiswa menjadi sangat penting,” katanya.
- Tag
- Share
-