Harga Plastik di Kota Metro Naik Tajam, UMKM dan Pedagang Tertekan
Harga Plastik di Kota Metro Naik Tajam, UMKM dan Pedagang Tertekan--Ist
METRO, LAMPUIJO.CO.ID – Lonjakan harga plastik domestik kian tak terkendali. Di Kota Metro, para pedagang melaporkan kenaikan harga bahan baku plastik yang mencapai 80 persen dibandingkan periode sebelum bulan Ramadhan lalu. Kondisi ini memicu keluhan besar, baik dari distributor maupun pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada kemasan plastik.
Salah satu pemilik toko plastik 'Agus Plastik', Agus (50) mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap namun signifikan.
Salah satu contohnya adalah plastik jenis kantong es yang biasa digunakan pedagang minuman, harga semula Rp7.500 per pack naik menjadi Rp13.000 per pack.
Secara keseluruhan, harga per ikat atau kemasan besar mengalami kenaikan hingga Rp50.000.
BACA JUGA:Berburu Burung Berujung Petaka, Pemuda Asal Metro Tewas Terjatuh ke Rawa
"Kenaikannya luar biasa, hampir dua kali lipat. Laporan di koran menyebutkan kenaikan rata-rata 52 persen, tapi di lapangan kenyataannya lebih tinggi karena pengaruh biaya distribusi," ujar Agus saat ditemui di tokonya, Rabu, 8 April 2026.
Diketahui bahwa, salah satu penyebab utama kenaikan ini ditengarai berasal dari krisis pasokan bahan mentah (biji plastik) yang diimpor dari Timur Tengah.
Konflik di wilayah tersebut mengganggu ketersediaan bahan baku global, yang secara otomatis mengerek harga di tingkat nasional hingga ke daerah seperti Kota Metro.
Kenaikan tersebut memberikan efek domino yang nyata. Jumlah pembeli dilaporkan menurun drastis.
BACA JUGA:PJS Rapatkan Barisan di Rapimnas 2026, Siap Ukir Sejarah Menuju Konstituen Dewan Pers
Agus mengeluhkan pelanggan setianya dari desa yang biasanya berbelanja seminggu dua kali, kini bahkan sudah dua minggu tidak terlihat.
Di sisi lain, Agus mengaku hanya mengambil keuntungan tipis sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per pak agar pelanggan tidak lari, meskipun ia harus menanggung modal yang membengkak dua kali lipat.
Pedagang kecil, seperti pemilik warung sembako dan penjual mie, mulai membatasi penggunaan kantong plastik.
Beberapa pedagang bahkan terpaksa menolak memberikan plastik tambahan kepada pembeli untuk menekan biaya operasional.
- Tag
- Share
-