Pemkot Yogyakarta Gelar Syawalan 1447 H, Dorong Pelayanan Publik Lebih Berkualitas

Pemkot Yogyakarta Gelar Syawalan 1447 H, Dorong Pelayanan Publik Lebih Berkualitas

Pemkot Yogyakarta Gelar Syawalan 1447 H, Dorong Pelayanan Publik Lebih Berkualitas--Ist

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID — Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Syawalan 1447 Hijriah bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (31/3/2026). Agenda ini menjadi ajang halal bihalal antarjajaran pemerintahan sekaligus mempererat koordinasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Keduanya disambut langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Wawan Harmawan, serta jajaran Pemkot Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang kuat di lingkungan birokrasi. Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk nilai dan peradaban di tengah masyarakat.

"Pegawai negeri itu bukan sekadar bekerja di kantor, tetapi juga turut membangun peradaban melalui sikap, perilaku, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Sultan.

BACA JUGA:Rapat 5 Jam Lebih, DPRD Metro Belum Berikan Informasi Akurat ke Awak Media

Ia menambahkan, kualitas pelayanan publik tidak lepas dari nilai-nilai yang dipegang oleh para aparatur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

Sementara itu, Hasto Wardoyo menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh jajaran Pemda DIY.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta dan seluruh masyarakat menyampaikan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” kata Hasto.

Ia mengatakan, Ramadan dan Syawalan menjadi momen penting untuk refleksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semangat kebersamaan, lanjutnya, perlu terus dijaga dalam menjalankan pemerintahan.

Pemkot Yogyakarta dalam kesempatan itu juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Berbagai program terus dijalankan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan warga, hingga penanganan persoalan lingkungan seperti sampah.

BACA JUGA:Sengketa Aset Desa 25,6 Hektare Disidangkan, Kejari Lombok Tengah Turun Tangan

Hasto juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kota Yogyakarta pada awal 2026. Indeks Gini Ratio tercatat 0,435, tingkat kemiskinan 6,14 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka 5,72 persen, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,95 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan perbaikan, meski upaya pemerataan pembangunan tetap menjadi perhatian.

“Kami ingin memastikan pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mengurangi kesenjangan dan memperkuat semangat gotong royong Agawe Majune Ngayogyokarto,” jelasnya.

Tag
Share
Berita Lainnya