YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dalam mengembangkan pemerintahan berbasis digital membuahkan hasil. Kota Yogyakarta berhasil meraih peringkat kedua nasional kategori pemerintah kota dalam ajang Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Award 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (5/11/2026).
Capaian ini menjadi bentuk apresiasi terhadap langkah Pemkot Yogyakarta dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Selain mendorong efektivitas birokrasi, transformasi tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Dalam sambutannya, Nezar Patria menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus melakukan percepatan transformasi digital. Ia menilai, pengembangan teknologi di tingkat daerah memiliki arti penting mengingat pemerintah kabupaten dan kota menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
BACA JUGA:Polisi Tangkap Pemuda yang Curi Motor Milik Lansia di Pringsewu, Ngaku Uangnya untuk Tebus HP
Nezar juga mengungkapkan bahwa cakupan penilaian GM-DTGI terus bertambah. Dalam kurun waktu dua tahun, jumlah daerah yang masuk dalam penilaian meningkat dari 429 menjadi 508 kabupaten dan kota.
Menurutnya, perkembangan tersebut membuat GM-DTGI semakin penting sebagai instrumen untuk melihat kondisi transformasi digital pemerintahan daerah di Indonesia.
Ia menegaskan, penilaian dalam indeks tersebut bukan sekadar untuk menentukan daerah dengan capaian tertinggi maupun sebaliknya. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi setiap pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai sekaligus menentukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
"Tujuannya bukan menentukan siapa yang unggul dan siapa yang tertinggal. Tetapi membantu daerah-daerah kita menjawab tiga pertanyaan penting, yaitu di mana posisi kita di tengah transformasi digital ini, apa yang harus diperbaiki, dan dari daerah mana praktik-praktik baik bisa kita jadikan contoh atau benchmark bersama," ujar Nezar.
Di tengah perkembangan teknologi, Nezar turut mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengabaikan kemunculan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, teknologi ini menghadirkan peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja pemerintahan, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut penghargaan yang diterima menjadi penyemangat bagi Pemkot Yogyakarta untuk terus mengembangkan sistem pemerintahan digital. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian penghargaan bukanlah tujuan akhir dari proses transformasi tersebut.
BACA JUGA:Donny Irawan Minta HPN Jadi Ajang Persatuan, Bukan Adu Gengsi Antarorganisasi Pers
Bagi Hasto, keberhasilan digitalisasi pemerintahan justru harus terlihat dari perubahan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Sistem yang dibangun harus mampu memangkas proses pelayanan sehingga menjadi lebih cepat, mudah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Sebetulnya yang paling kita harapkan dan kita rasakan adalah layanan. Kalau sistem penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital itu berjalan dengan baik, maka harapannya masyarakat merasakan bahwa layanan lebih cepat dan lebih akuntabel," jelas Hasto.
Salah satu upaya yang telah dilakukan Pemkot Yogyakarta adalah mengembangkan Jogja Smart Service (JSS). Platform ini menjadi bagian dari fondasi pelayanan digital yang ke depan akan terus diperkuat melalui integrasi berbagai kanal layanan antarorganisasi perangkat daerah (OPD).