“Navarupa kami hadirkan sebagai representasi bahwa fashion selalu bergerak dan berkembang. Tradisi tetap penting, tetapi kreativitas dan inovasi juga harus berjalan agar fashion Indonesia mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitasnya,” ungkap Nyudi.
Pandangan tersebut turut menjadi dasar keterlibatan desainer dari berbagai daerah. Setiap perancang mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan kreativitasnya dalam sebuah pergelaran yang mempertemukan beragam karakter fashion Indonesia.
BACA JUGA:Naik 12 Persen, KAI Daop 6 Angkut 320.582 Ton Barang hingga September 2026
Tak Hanya Peragaan Busana, Ada Exclusive Show dan Pameran Produk Lokal
Rangkaian Jogja Fashion Rendezvous 2026 tidak berhenti pada tujuh sesi fashion show. Sejumlah kegiatan lain turut dihadirkan untuk memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku usaha dan industri kreatif.
Salah satunya adalah Exclusive Show Tunggal Hyaya by Ella Muwafig yang mengusung tema “Cahaya Nusantara”. Melalui pertunjukan khusus tersebut, kekayaan budaya Indonesia diinterpretasikan dalam rancangan busana dengan pendekatan modern dan elegan.
Kehadiran koleksi bertema Nusantara ini menjadi bagian dari semangat JFR untuk terus mengangkat identitas budaya melalui kreativitas para desainer.
Di luar panggung peragaan busana, pengunjung juga dapat mengenal berbagai produk kreatif melalui JFR EXPO. Area pameran tersebut melibatkan tujuh brand yang menawarkan produk fashion, kecantikan, kerajinan, serta produk kreatif lainnya.
Program lain yang turut melengkapi penyelenggaraan adalah Sleman Halal Fashion & Craft 2026. Kegiatan ini diikuti 22 industri kecil dan menengah (IKM) dari Kabupaten Sleman yang telah mengantongi sertifikat halal.
Partisipasi para pelaku IKM tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat secara langsung, sekaligus membuka peluang memperluas jangkauan pasar.
Melalui berbagai program itu, JFR diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi desainer dan model, tetapi juga bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor fashion, kecantikan, kerajinan, dan industri kreatif lainnya.
BACA JUGA:Jaga Harga Bahan Pokok, Pemkab Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Induk
Libatkan Berbagai Unsur Industri Kreatif
Jogja Fashion Rendezvous 2026 merupakan hasil kolaborasi ASMAT PRO Group bersama Jogja City Mall dengan dukungan berbagai lembaga, komunitas, dan pelaku usaha.
Dari unsur pemerintah daerah, kegiatan ini melibatkan Dekranasda Kabupaten Sleman serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.
Dukungan juga datang dari Sinergi Sadar Halal, LT Pro Professional Makeup, Konsep by Phillip, Elgan by Nyudi, Hyaya by Ella Muwafig, dan Yayasan Fashion Jogja Istimewa.