KHFF 2026 Hadirkan Jelajah Becak Listrik, Ajak Warga Menyusuri Sejarah Kotabaru

Selasa 22-09-2026,09:24 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Upaya mengenalkan sejarah dan warisan budaya Kota Yogyakarta terus dikembangkan melalui berbagai pendekatan kreatif. Salah satunya dilakukan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta lewat kegiatan Jelajah Becak Listrik yang menjadi bagian dari rangkaian Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak menikmati perjalanan menyusuri kawasan Kotabaru dengan menggunakan becak listrik sembari mengenal cerita sejarah dari sejumlah lokasi penting. Konsep tersebut memadukan wisata budaya, edukasi sejarah, serta pemanfaatan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa Jelajah Becak tidak hanya berorientasi pada perjalanan wisata, tetapi juga menjadi media untuk mendekatkan masyarakat dengan nilai sejarah dan budaya yang ada di kawasan Kotabaru.

"Jelajah ini bukan sekadar perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tetapi menjadi ruang untuk mengenal kembali sejarah, budaya, dan karakter Kotabaru melalui pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat," ujar Yetti, Kamis (17/9/2026).

BACA JUGA:Warga Sleman Diajak Kenali Ciri Rokok Ilegal, Bea Cukai Ungkap Cara Cek Pita Cukai

Ia menuturkan, penggunaan becak dalam kegiatan tersebut juga memiliki makna tersendiri karena berkaitan dengan keberadaan becak sebagai salah satu unsur budaya takbenda yang melekat pada identitas Yogyakarta.

Sebanyak 38 pengemudi becak dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk membawa peserta berkeliling kawasan inti Kotabaru. Selama perjalanan, peserta didampingi pemandu dan storyteller yang memberikan penjelasan mengenai sejarah, latar belakang, serta nilai budaya dari berbagai titik yang dikunjungi.

Dua Rute Ungkap Cerita Kotabaru

Dalam pelaksanaan KHFF 2026, Jelajah Becak menghadirkan dua pilihan perjalanan, yaitu Rute Perjuangan dan Rute Toleransi.

Rute Perjuangan mengarahkan peserta menuju kawasan SMA Negeri 3 Yogyakarta atau Padmanaba. Jalur ini mengangkat kisah mengenai jejak perjuangan yang pernah terjadi di kawasan Kotabaru.

Sementara itu, Rute Toleransi mengajak peserta melihat sisi lain Kotabaru sebagai kawasan yang memiliki sejarah keberagaman dan kehidupan antarumat beragama.

Perjalanan dimulai dari Masjid Syuhada, kemudian berlanjut menuju Gereja HKBP Kotabaru dan Gereja Katolik Kotabaru. Di setiap lokasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah serta peran tempat tersebut dalam perjalanan perkembangan kawasan Kotabaru.

BACA JUGA:Laka Lantas di Tol Terpeka Mesuji, Polisi Evakuasi Korban dan Amankan Kendaraan

Menurut Yetti, eksplorasi kawasan Kotabaru tidak hanya berfokus pada bangunan bersejarah, tetapi juga mencakup museum dan ruas jalan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kota Yogyakarta.

"Yang kita jelajahi bukan hanya bangunan yang memiliki nilai sejarah budaya, tetapi juga museum dan jalan-jalan yang menyimpan cerita, termasuk nama jalan yang berkaitan dengan tokoh perjuangan," jelasnya.

Kategori :