Pelajar dari Berbagai Daerah Unjuk Kreativitas di OLLANESIA JIKF 2026

Senin 13-07-2026,19:38 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

BANTUL, INFOWAW.ID – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali menjadi ruang lahirnya generasi pelayang muda Indonesia melalui Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA). Ajang yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti pelajar dari berbagai daerah dengan menampilkan kreativitas dalam beragam kategori perlombaan.

Sebagai salah satu agenda utama JIKF 2026, OLLANESIA tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk mengenalkan olahraga, seni, dan budaya layang-layang kepada generasi muda.

Pada hari kedua penyelenggaraan, peserta mengikuti empat kategori perlombaan, yakni merakit layang-layang tingkat SMP, mewarnai untuk TK, mewarnai SD kelas 1-3, serta melukis layang-layang bagi siswa SD.

Ketua Pelaksana JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan OLLANESIA dirancang sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya layang-layang Indonesia.

BACA JUGA:Polisi Gelar 19 Adegan Rekonstruksi Kasus Anak Meninggal di Depan SMAN 3 Yogyakarta

"Harapannya ke depan semakin banyak peserta yang ikut karena kegiatan ini sangat luar biasa dalam meningkatkan kreativitas sekaligus keterampilan anak," ujar Anang, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, layang-layang tidak hanya identik dengan permainan tradisional, tetapi juga memiliki nilai olahraga, seni, dan budaya yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.

Penyelenggaraan OLLANESIA tahun ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, serta Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Dukungan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperkuat posisi festival sebagai ajang budaya berskala nasional.

Program Director OLLANESIA, Rizal Rusyadi, berharap kompetisi tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan tingkat nasional yang melibatkan lebih banyak pelajar dari berbagai provinsi.

"Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan melalui layang-layang, yang di dalamnya terdapat nilai seni, budaya, sains, kreativitas, hingga pendidikan karakter," kata Rizal.

Ia menambahkan, OLLANESIA diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia.

BACA JUGA:Dari Vespa-an Keliling Jogja, Zita Anjani Ajak Komunitas Promosikan Wisata Indonesia

Selama perlombaan berlangsung, peserta menunjukkan kemampuan dalam merakit, mewarnai, melukis, hingga menerbangkan layang-layang. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kreativitas, teknik, dan kesesuaian dengan kategori yang diikuti.

Juri dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Yunanto Buyung Mahendra, mengaku terkesan dengan kualitas karya peserta, terutama pada kategori melukis tingkat SD kelas 4 hingga 6.

"Ide yang dituangkan sangat kreatif dan tekniknya melampaui bayangan kami untuk ukuran anak sekolah dasar," ungkapnya.

Kategori :