Lampung dan Malaysia Perkuat Kolaborasi Pariwisata, Energi Hijau dan Investasi

Senin 18-05-2026,12:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza mendorong pengembangan rute penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur guna mempermudah akses masyarakat sekaligus meningkatkan arus wisatawan mancanegara ke Provinsi Lampung.

Chief Executive Officer TransNusa Dato Bernard menilai hubungan wisata antara Lampung dan Malaysia sangat prospektif.

BACA JUGA:Tribuana Manggala Bhakti Jadi Wujud Ekoteologi Umat Buddha Menoreh di Vesakha Sananda 2026

Menurutnya, selama ini masyarakat Lampung yang bepergian ke Malaysia masih harus transit melalui Jakarta sehingga penerbangan langsung dinilai memiliki potensi pasar yang besar.

“Kami melihat potensi wisatawan dari Malaysia ke Lampung cukup besar. Begitu juga masyarakat Lampung yang bepergian ke Malaysia cukup tinggi. Karena itu, TransNusa melihat ini sebagai peluang,” ujarnya.

Pihak TransNusa berencana melakukan studi mendalam terkait pengembangan rute tersebut dengan target awal tiga kali penerbangan dalam sepekan dan berpotensi meningkat menjadi penerbangan harian apabila permintaan terus tumbuh.

Gubernur Mirza mengatakan pengembangan konektivitas internasional tersebut diharapkan mampu memperluas akses wisatawan asing menuju berbagai destinasi unggulan Lampung, termasuk kawasan selancar Pantai Tanjung Setia di Kabupaten Pesisir Barat.

“Apapun yang dilakukan untuk kemajuan Lampung, saya sangat mendukung kerja sama ini,” ujarnya.

Keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat hubungan dengan Malaysia juga diwujudkan melalui kerja sama investasi strategis di sektor energi hijau dan infrastruktur berkelanjutan bersama perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.

BACA JUGA:Pemkal Condongcatur Rayakan Hari Jadi ke-110 Sleman Lewat Malam Tirakatan

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Mirza bersama Executive Chairman & President Citaglobal Berhad Mohamad Norza Zakaria.

Kerja sama difokuskan pada pengembangan energi baru terbarukan dan pengelolaan lingkungan, meliputi proyek floating solar panel, pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy), biomassa limbah industri, hingga pengembangan kawasan industri ramah lingkungan.

“Ke depan fokus kami di Provinsi Lampung memang akan mengarah pada energi, terutama energi terbarukan,” tegasnya.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hijau, termasuk tiga bendungan yang dinilai layak dikembangkan menjadi proyek floating solar panel dengan kapasitas mencapai 150–200 megawatt per bendungan.

Selain itu, Lampung juga memiliki sekitar 1,3 juta hektare potensi biomassa yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, singkong, nanas, hingga bagas tebu.

BACA JUGA:Pemkal Condongcatur Rayakan Hari Jadi ke-110 Sleman Lewat Malam Tirakatan

Kategori :