Pemkal Condongcatur Rayakan Hari Jadi ke-110 Sleman Lewat Malam Tirakatan

Sabtu 16-05-2026,12:00 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

BACA JUGA:Polres Mesuji Perkuat Silaturahmi dengan Warga Lewat Jumat Curhat

Ia berharap seluruh pamong kalurahan terus hadir di tengah masyarakat dan mampu menciptakan suasana wilayah yang aman, nyaman, ayem, serta harmonis.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Harinawan juga membacakan sambutan Bupati Sleman Harda Kiswaya. Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menegaskan bahwa malam tirakatan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman yang kini genap berusia 110 tahun.

Menurut Harda Kiswaya, tirakatan juga menjadi sarana introspeksi diri, laku prihatin, sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, dan menjaga hubungan baik antarsesama.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap hidup sederhana, menjunjung nilai kejujuran dan ketulusan, serta mengenang perjuangan para leluhur dalam membangun Kabupaten Sleman.

BACA JUGA:Pameran INNSiDE Art Exhibition 2026 Resmi Digelar, Angkat Kreativitas Seniman Jogja

Dalam sambutannya, Bupati Sleman juga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kerukunan demi mewujudkan Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban sesuai tema Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 Tahun 2026, yakni “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”.

Tema tersebut dimaknai sebagai semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat untuk terus bergerak bersama demi keselamatan dan kesejahteraan warga Sleman.

Setelah pembacaan sambutan Bupati Sleman, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Dukuh Gandok Supriyono Atmojo.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Lurah Condongcatur Dr. Reno Candra Sangaji yang diserahkan kepada Panewu Depok Rahmat Harinawan sebagai simbol rasa syukur.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat saat seluruh peserta mengikuti ramah tamah dan makan bersama dengan sajian nasi gudangan lengkap dengan ingkung ayam Jawa. (Faqih).

Kategori :