Dari hasil uji laboratorium, cilok diketahui didominasi kandungan karbohidrat lebih dari 40 persen, sementara kandungan proteinnya sangat rendah, hanya sekitar 0,01 persen.
Karena itu, pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar jajanan tersebut tidak dijadikan sumber utama gizi anak.
Sukidi menambahkan, Kota Yogyakarta sebagai kota konsumen menerima lebih dari 10 ribu jenis pangan setiap hari. Kondisi tersebut membuat pengawasan pangan harus dilakukan secara ketat dan berkesinambungan.
Pengawasan itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Satpol PP, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan. (Faqih).
Kategori :