Tampil di Yogyakarta, Gamelan Kiai Kanjeng Buktikan Musik Tradisional Bisa Lebih Kekinian

Tampil di Yogyakarta, Gamelan Kiai Kanjeng Buktikan Musik Tradisional Bisa Lebih Kekinian

Tampil di Yogyakarta, Gamelan Kiai Kanjeng Buktikan Musik Tradisional Bisa Lebih Kekinian--Ist

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Gamelan Kiai Kanjeng menghadirkan warna berbeda dalam pertunjukan World Music di Purawisata Amphitheater, Yogyakarta, Selasa (3/11/2026) malam. Dikenal dengan penampilan yang kerap lekat dengan nuansa religi, kali ini Kiai Kanjeng mengajak penonton menikmati perpaduan musik tradisional dan modern melalui berbagai lagu, mulai dari tembang Jawa, selawat, hingga lagu-lagu Barat.

Gamelan yang berpadu dengan instrumen modern seperti gitar menghasilkan aransemen yang menarik. Sejumlah lagu bahkan dikemas dengan sentuhan berbeda, memberikan pengalaman tersendiri bagi penonton yang hadir.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Elya, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY. Ia melihat pertunjukan ini bukan hanya menjadi bagian dari upaya nguri-uri budaya, tetapi juga menunjukkan bahwa musik tradisional memiliki ruang untuk berkembang dan beradaptasi dengan berbagai jenis musik.

Menurut Elya, selama ini Kiai Kanjeng mungkin lebih dikenal lewat pertunjukan bernuansa religi. Namun, penampilan malam itu memperlihatkan sisi lain yang tidak kalah menarik. Perpaduan gamelan dengan instrumen modern serta keberanian membawakan lagu dari berbagai genre menjadi daya tarik tersendiri.

BACA JUGA:69 Institusi Pendidikan Eropa Ikut EHEF 2026, Buka Peluang Kuliah bagi Mahasiswa Indonesia

"Kalau kita perhatikan, pertunjukan ini tidak hanya menjadi bentuk upaya nguri-uri budaya, tetapi juga menghadirkan lagu-lagu populer yang dimainkan menggunakan alat musik tradisional," ujar Elya.

Ia juga memberikan pujian kepada para penyanyi dan pemain musik yang tampil malam itu. Lagu-lagu yang dibawakan terasa beragam, dengan aransemen yang tidak biasa. Perpaduan lagu Jawa dan Barat menjadi salah satu hal yang membuat pertunjukan terasa lebih hidup.

Bagi Elya, cara seperti ini bisa menjadi salah satu pendekatan untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Sebab, kesenian tradisional tidak harus selalu ditampilkan dengan kesan formal atau serius. Dengan pengemasan yang tepat, budaya justru bisa dinikmati secara lebih santai dan menyenangkan.

"Budaya tidak selalu identik dengan sesuatu yang membosankan. Budaya juga bisa dikemas menjadi sesuatu yang menyenangkan, lebih fun, bahkan funky," jelasnya.

Ia berharap semakin banyak kegiatan seni dan budaya yang dikemas dengan pendekatan kreatif seperti ini. Dengan begitu, generasi muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal sekaligus menikmati kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.

Apresiasi serupa juga disampaikan Lukman Hakim Saifuddin, mantan Menteri Agama Republik Indonesia. Ia mengaku senang bisa kembali menyaksikan penampilan Gamelan Kiai Kanjeng. Baginya, pertunjukan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar sajian musik.

BACA JUGA:KCIC Prediksi Penumpang WHOOSH Naik 15 Persen Saat Libur Nataru 2026

Lukman melihat Kiai Kanjeng sebagai sebuah orkestrasi yang mampu mempertemukan kekayaan musik dan budaya Indonesia dengan unsur kebudayaan dari berbagai bangsa. Kemampuan para musisi dalam memainkan beragam alat musik menjadi bagian penting dari keistimewaan pertunjukan tersebut.

"Sebuah orkestrasi musik yang tidak hanya menampilkan para musisi dengan kemampuan luar biasa dalam memainkan berbagai alat musik, tetapi juga mampu menggali kekayaan budaya bangsa serta memadukannya dengan kebudayaan dari berbagai bangsa di dunia," kata Lukman.

Tag
Share
Berita Lainnya