KCIC Prediksi Penumpang WHOOSH Naik 15 Persen Saat Libur Nataru 2026

KCIC Prediksi Penumpang WHOOSH Naik 15 Persen Saat Libur Nataru 2026

KCIC Prediksi Penumpang WHOOSH Naik 15 Persen Saat Libur Nataru 2026--Ist

Untuk kelas Premium Economy, harga tiket berada pada rentang Rp275.000 hingga Rp350.000. Adapun kelas Business dipatok sekitar Rp450.000, sedangkan First Class memiliki tarif sekitar Rp600.000.

Khusus Premium Economy, KCIC memberlakukan sistem dynamic pricing. Skema ini memungkinkan perubahan harga tiket berdasarkan waktu keberangkatan dan tingkat permintaan penumpang.

Perluasan Rute WHOOSH Masih Menunggu Keputusan Pemerintah

Di luar persiapan Nataru, peluang pengembangan jalur kereta cepat menuju sejumlah daerah lain, termasuk Yogyakarta, turut menjadi perhatian.

Menanggapi kemungkinan tersebut, Emir menegaskan bahwa prioritas KCIC saat ini masih pada pengoperasian jalur Jakarta–Bandung. Perusahaan juga terus berupaya meningkatkan jumlah penumpang pada rute yang sudah beroperasi.

Sementara itu, rencana perluasan jaringan kereta cepat masih dalam tahap kajian pemerintah. KCIC belum menetapkan pengembangan rute baru karena masih menunggu hasil pembahasan dan penugasan resmi.

Kendati demikian, perusahaan menyatakan terbuka untuk menjalankan pengoperasian jalur tambahan apabila mendapat mandat dari pemerintah.

"Namun, apabila nantinya pemerintah memberikan penugasan untuk mengoperasikan rute lainnya, tentu kami siap," ungkap Emir.

BACA JUGA:Donny Irawan Minta HPN Jadi Ajang Persatuan, Bukan Adu Gengsi Antarorganisasi Pers

KAI Daop 6 Ajak Media Rasakan Integrasi Antarmoda

Sementara itu, kemudahan akses dan perpindahan antarmoda menjadi bagian lain yang diperkenalkan dalam kegiatan kunjungan media KAI Daop 6 Yogyakarta.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novidah Saragih, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada awak media untuk merasakan langsung perjalanan menggunakan sejumlah moda transportasi yang saling terhubung.

Rombongan memulai perjalanan dari Yogyakarta menggunakan KA Bima dengan rangkaian Stainless Steel New Generation pada malam hari. Setibanya di Jakarta pada pagi hari, perjalanan dilanjutkan dengan LRT dari Stasiun Dukuh Atas menuju Stasiun Halim. Dari sana, rombongan berpindah menggunakan kereta cepat WHOOSH.

Feni menjelaskan, perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana integrasi antarmoda atau seamless connectivity dapat memudahkan mobilitas penumpang. Salah satu fasilitas yang mendukung perpindahan tersebut adalah skybridge di Stasiun Halim.

Melalui fasilitas penghubung itu, penumpang LRT dapat melanjutkan perjalanan menggunakan WHOOSH tanpa harus keluar dari kawasan stasiun. Kemudahan tersebut menjadi contoh bagaimana keterhubungan antarmoda dapat membuat perjalanan lebih praktis.

Tag
Share
Berita Lainnya