Sarkemfest 2026 Meriahkan Stasiun Yogyakarta, Pengunjung Bisa Berburu Kuliner dan Kerajinan Lokal

Sarkemfest 2026 Meriahkan Stasiun Yogyakarta, Pengunjung Bisa Berburu Kuliner dan Kerajinan Lokal

Sarkemfest 2026 Meriahkan Stasiun Yogyakarta, Pengunjung Bisa Berburu Kuliner dan Kerajinan Lokal--Ist

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Selasar sisi selatan Stasiun Yogyakarta kini tak hanya menjadi tempat lalu lalang penumpang kereta api. Kawasan tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku seni, budaya, dan usaha kreatif melalui gelaran Pasar Kembang Festival (Sarkemfest) 2026 yang resmi dibuka pada Sabtu (24/10/2026).

Festival yang mengangkat tema "Lintas Waktu Malioboro: Cerita Kereta, Rasa, dan Karya" ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 PT Kereta Api Indonesia (KAI) sekaligus Hari Jadi ke-270 Kota Yogyakarta.

Sarkemfest digelar melalui kerja sama KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, KAI Services, dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Meski baru dibuka secara resmi pada 24 Oktober, rangkaian Pasar Kembang Festival telah berlangsung sejak 13 Oktober dan dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2026. Masyarakat dapat mengunjungi festival tersebut setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.

BACA JUGA:Cegah Rivalitas Antarsekolah, Pemkot Yogyakarta Dorong Pelajar Perbanyak Kegiatan Kolaboratif

Stasiun Yogyakarta Tak Sekadar Tempat Naik Turun Penumpang

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan Sarkemfest dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat maupun pengguna jasa kereta api.

Menurut Feni, Stasiun Yogyakarta memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat dan perjalanan sejarah kota. Karena itu, keberadaan stasiun diharapkan tidak hanya mendukung mobilitas penumpang, tetapi juga dapat menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan positif.

“Stasiun Yogyakarta bukan hanya menjadi tempat masyarakat memulai dan mengakhiri perjalanan, tetapi juga bagian dari wajah Kota Yogyakarta yang memiliki nilai sejarah dan kedekatan dengan kehidupan masyarakat,” ujar Feni dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (25/10/2026).

Melalui festival ini, KAI berupaya mempertemukan aktivitas transportasi dengan kekayaan budaya serta kreativitas masyarakat setempat.

“Melalui Pasar Kembang Festival, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan perjalanan kereta api dengan kekayaan seni, budaya, dan kreativitas lokal,” tuturnya.

Feni berharap penyelenggaraan Sarkemfest tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga memberi kesempatan kepada pelaku UMKM dan seniman lokal untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

BACA JUGA:Jelang Libur Nataru, KAI Daop 6 Yogyakarta Kebut Perawatan Rel dan Jembatan

Sebanyak 30 UMKM Ikut Meramaikan Sarkemfest

Tag
Share
Berita Lainnya