Tiga Kampus Muhammadiyah Raih Pendanaan Hackathon Deeptech 2026

Tiga Kampus Muhammadiyah Raih Pendanaan Hackathon Deeptech 2026

Tiga Kampus Muhammadiyah Raih Pendanaan Hackathon Deeptech 2026--Ist

Sementara itu, Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., mengatakan pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset dan inovasi perguruan tinggi. 

Menurutnya, hasil penelitian perlu diarahkan agar dapat berkembang menjadi solusi yang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendanaan Hackathon Deeptech ini menjadi ruang bagi UM Metro untuk mengembangkan riset berbasis teknologi yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan nyata, khususnya pada isu ketahanan pangan. Tahap berikutnya adalah memastikan gagasan yang dikembangkan dapat melalui proses pematangan, pengujian, dan hilirisasi secara terukur,” ujar Rektor ketika dihubungi media ini, Kamis,17/9/2026.

Ia mengatakan keterlibatan UM Metro dalam program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem riset di perguruan tinggi.

Menurutnya, kolaborasi antara peneliti, mentor, mitra industri, dan pengguna teknologi menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan inovasi.

“Yang menjadi perhatian bukan hanya bagaimana memperoleh pendanaan, tetapi bagaimana program ini menghasilkan proses riset dan inovasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik serta memiliki potensi pemanfaatan di masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Hampir 600 Penari Meriahkan Pembukaan FKY 2026 di Sleman, Usung Tema Besar AKSARA

Tiga PTMA Ikut Tahapan Revisi Proposal

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mahfud Sholihin, mengatakan keterlibatan UM Metro, UMY, dan UMS dalam program tersebut merupakan bagian dari partisipasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) dalam program pendanaan riset nasional.

“Pencapaian UM Metro, UMY, dan UMS yang berhasil masuk dalam jajaran 20 penerima pendanaan nasional ini membuktikan bahwa kampus-kampus Muhammadiyah memiliki kapasitas riset yang responsif serta siap berada di garda depan dalam menjawab tantangan bangsa melalui teknologi mendalam (deep technology),” ujar Mahfud saat dihubungi, Selasa (15/9/2026).

Mahfud mengatakan perguruan tinggi yang belum memperoleh pendanaan pada tahun ini dapat menjadikan proses seleksi sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat persiapan program riset berikutnya.

Setelah penetapan penerima pendanaan, perwakilan UM Metro, UMY, UMS, dan perguruan tinggi penerima lainnya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Revisi Proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

BACA JUGA:Tanah Wakaf di Mesuji Didorong Segera Bersertifikat, ATR/BPN Gandeng Kemenag

Bimtek yang berlangsung pada 14–16 September 2026 di Felfest UI, Kampus Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahap persiapan sebelum pelaksanaan program.

Materi pendampingan meliputi penyempurnaan substansi proposal, penyesuaian RAB, serta mekanisme pencairan dana melalui sistem Hiliriset dan E-Rispro.

Tag
Share
Berita Lainnya