Wastra Gorontalo Dilirik Diwa Foundation, Sulaman Lokal Bakal Diolah Jadi Produk Fesyen

Wastra Gorontalo Dilirik Diwa Foundation, Sulaman Lokal Bakal Diolah Jadi Produk Fesyen

Wastra Gorontalo Dilirik Diwa Foundation, Sulaman Lokal Bakal Diolah Jadi Produk Fesyen--Ist

GORONTALO, INFOWAW.ID – Kekayaan wastra Gorontalo berpeluang dikembangkan menjadi produk fesyen dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Melihat potensi tersebut, Diwa Foundation membuka ruang kerja sama bersama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gorontalo untuk mengolah kain tradisional daerah menjadi karya kreatif yang memiliki daya saing di pasar fesyen.

Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari, mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan kolaborasi dengan salah satu UMKM asal Gorontalo. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antardaerah sekaligus mendorong pengembangan produk kreatif berbasis kekayaan budaya lokal.

Diah menyebut, pertemuan dalam rangkaian kegiatan Harfest menjadi momentum penting untuk melihat peluang kolaborasi lebih luas dengan pelaku UMKM Gorontalo.

"Harapan kami bukan hanya berhenti di sini saja. Harfest ini merupakan sesuatu yang menarik buat saya untuk kita mengambil peran sebagai partner dan kolaborasi," ujar Diah dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (13/9/2026).

BACA JUGA:Pasar Kolombo Sleman Uji Coba Belanja Online, Gratis Ongkir Selama Satu Bulan

Sulaman Gorontalo Dipadukan dengan Batik

Salah satu ide yang tengah dikembangkan Diwa Foundation adalah memadukan sulaman khas Gorontalo dengan batik dalam sebuah rancangan fesyen baru.

Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan produk yang tetap mempertahankan karakter budaya Gorontalo, namun memiliki sentuhan modern agar sesuai dengan perkembangan tren dan kebutuhan pasar fesyen.

"Bagaimana batik akan kita kreasikan di atas sulaman. Artinya, sulaman bisa berpadu dengan batik. Ini hal yang menarik bagi saya karena menjadi sebuah inovasi dalam satu karya desain baru yang akan kami launching ke depan," kata Diah.

Menurutnya, perpaduan antara sulaman dan batik menjadi pendekatan baru bagi Diwa Foundation dalam mengembangkan karya berbasis wastra. Sebelumnya, pihaknya belum pernah menggarap konsep serupa.

Melalui inovasi tersebut, kain tradisional diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk kreatif dengan nilai tambah ekonomi.

Buka Peluang UMKM Gorontalo Berkembang

Diwa Foundation menilai pengembangan wastra memiliki manfaat yang lebih luas, tidak hanya sebagai bentuk menjaga warisan budaya, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif.

Produk berbasis kain tradisional dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh UMKM, terutama melalui inovasi desain yang mampu menyesuaikan dengan perubahan selera konsumen.

Tag
Share
Berita Lainnya