Ada Prodi Baru di UIN Sunan Kalijaga, Teknologi Produksi Halal Jadi Sarjana Terapan Pertama di Kampus
Ada Prodi Baru di UIN Sunan Kalijaga, Teknologi Produksi Halal Jadi Sarjana Terapan Pertama di Kampus--Ist
Selain kompetensi di sektor produksi, mahasiswa juga akan dibekali kemampuan pada aspek hilir, seperti pengembangan bisnis halal, perluasan akses pasar, peluang ekspor, serta pemanfaatan teknologi untuk memastikan keterlacakan (traceability) produk halal.
Melalui kurikulum tersebut, lulusan diharapkan mampu memahami halal secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi prinsip, tetapi juga dari aspek implementasi dalam proses produksi dan pengelolaan industri.
Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. H. Ahmad Haikal Hasan, menyebut perkembangan industri halal saat ini telah memasuki berbagai sektor yang lebih luas.
Menurutnya, industri halal tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga mencakup sektor barang gunaan, tekstil, fesyen, serta berbagai produk nonpangan lainnya. Perluasan sektor tersebut membutuhkan tenaga ahli yang memiliki pemahaman terkait proses pemeriksaan, sertifikasi, dan pengembangan produk halal.
Haikal juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kegiatan riset halal serta mengembangkan pusat halal di lingkungan kampus sebagai penghubung antara pendidikan, penelitian, sertifikasi, dan dunia industri.
BACA JUGA:AKBP Muhammad Firdaus Pimpin Sertijab Kasat Samapta dan Kasat Lantas Polres Mesuji
Ia menekankan bahwa konsep halalan tayyiban memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar memastikan tidak adanya unsur tertentu dalam produk. Prinsip tersebut juga mencakup aspek keamanan, kesehatan, kualitas, transparansi, serta tanggung jawab dalam proses produksi.
Peluncuran Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Produksi Halal menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem halal nasional. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan BPJPH, Bank Indonesia Perwakilan DIY, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), BRIN, akademisi, pelaku industri, serta mitra strategis lainnya.
Sekitar 150 Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari berbagai daerah turut mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Halal Center UIN Sunan Kalijaga, Dr. Imelda Fajriati, menegaskan bahwa penguatan industri halal membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah, lembaga sertifikasi, industri, sektor keuangan, dan masyarakat.
"Pengembangan pendidikan vokasi halal tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama berbagai pihak," jelasnya.
Seminar nasional yang menjadi bagian dari rangkaian peluncuran program studi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Dr. Ferdiana Santy, Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Satriyo Krido Wahono, Ph.D., serta Direktur Industri Produk Halal KNEKS Ir. H. Putu Rahdhawiyasa, MBA., CIPM.
BACA JUGA:Perlintasan JPL 739 Yogyakarta Diperbaiki 8-13 September, KAI Terapkan Sistem Buka-Tutup Jalan
Pada kesempatan yang sama, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah mitra strategis melalui penandatanganan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Kemitraan tersebut melibatkan LSP Halal Indonesia, LSP Wirausaha Mandiri Indonesia, PT Food Quality Certification, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Yogyakarta, CV Agro Lestari Merapi (Suki Agro), CV Progress Jogja, PT Jogja Kulina Utama, CV Yumeda Pangan Sejahtera, PT Menida Food Industries, serta PT Boni Kuslan Kopi.
- Tag
- Share
-