Fashion on The Street Prawirotaman 2026 Libatkan Desainer Muda, SMK hingga Mahasiswa Tampilkan Karya Terbaik
Fashion on The Street Prawirotaman 2026 Libatkan Desainer Muda, SMK hingga Mahasiswa Tampilkan Karya Terbaik--Ist
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan busana, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis fashion.
"Di berbagai negara ada carnival on the street, sementara di Yogyakarta kita memiliki Fashion on The Street. Ini menjadi identitas yang unik dan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota kreatif," katanya.
Ia menilai industri fashion memiliki efek berganda terhadap perekonomian karena melibatkan berbagai sektor, mulai dari busana, aksesoris, tas, sepatu hingga produk kerajinan lainnya.
"Ketika fashion berkembang, maka UMKM juga ikut tumbuh. Aktivitas fashion mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata," terangnya.
BACA JUGA:Audiensi dengan BPKP, Bupati Tubaba Beberkan Strategi Percepatan Pembangunan Daerah
Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda DIY, Tazbir Abdullah, menilai konsistensi penyelenggaraan berbagai agenda fashion menjadi modal penting bagi Yogyakarta untuk memperkuat industri kreatif.
Menurut dia, Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang konsisten menyelenggarakan agenda fashion berskala nasional.
"Jogja Fashion Week telah berlangsung selama belasan tahun, sementara Fashion on The Street memasuki penyelenggaraan ke-11. Konsistensi ini menjadi kekuatan Yogyakarta dalam membangun ekosistem fashion," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa industri fashion memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena melibatkan banyak subsektor usaha.
"Fashion bukan hanya soal pakaian. Ada tas, sepatu, sandal, aksesoris, hingga produk UMKM lainnya yang ikut bergerak. Karena itu, semakin banyak kegiatan fashion, semakin besar pula dampaknya terhadap ekonomi masyarakat," tuturnya.
Tazbir juga menegaskan bahwa batik tetap menjadi identitas utama Yogyakarta dalam setiap penyelenggaraan festival fashion.
"Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari batik. Melalui berbagai event fashion, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa batik terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai budayanya," ucapnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri kreatif, komunitas, institusi pendidikan, serta generasi muda, Fashion on The Street Festival Prawirotaman 2026 diharapkan mampu memperluas promosi produk lokal, meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat fashion dan ekonomi kreatif di Indonesia. (Faqih).
- Tag
- Share
-