Emosi Usai Nyaris Bersenggolan, Ojol dan Pemotor Trail Akhirnya Sepakat Berdamai

Emosi Usai Nyaris Bersenggolan, Ojol dan Pemotor Trail Akhirnya Sepakat Berdamai

Emosi Usai Nyaris Bersenggolan, Ojol dan Pemotor Trail Akhirnya Sepakat Berdamai--Ist

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Perselisihan antara pengendara ojek online (ojol) dan pengendara sepeda motor trail terjadi di Jalan A.M. Sangaji, tepatnya di depan Space Roastery CCC, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 22.15 WIB. Insiden yang sempat mengundang perhatian warga itu akhirnya diselesaikan secara damai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat pengendara sepeda motor trail melaju dari arah utara menuju selatan dan berusaha mendahului seorang pengendara ojek online. Saat proses mendahului, kedua kendaraan nyaris bersenggolan.

Merasa hampir tersenggol, pengendara ojek online kemudian menegur pengendara trail. Namun, teguran tersebut memicu cekcok. Pengendara trail diduga tidak terima hingga menendang pengendara ojek online.

Setelah itu, pengendara ojek online menghentikan kendaraannya. Pengendara trail kemudian berbalik arah dan mendatangi pengemudi ojol sambil menantangnya berkelahi. Keributan yang terjadi di tepi jalan tersebut menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya melerai kedua belah pihak.

BACA JUGA:BPN–Polres Mesuji Perkuat Pengamanan Aset dan Penanganan Mafia Tanah

Situasi semakin ramai karena pengendara trail juga sempat menantang warga yang berusaha menenangkan keadaan. Tak lama berselang, personel Polsek Jetis Yogyakarta tiba di lokasi dan mengamankan pengendara trail untuk dibawa ke kantor polisi guna mencegah situasi semakin memanas.

Di Polsek Jetis, kedua belah pihak dimintai keterangan. Pengendara ojek online akhirnya memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan memaafkan pengendara trail tanpa membuat laporan polisi.

Setelah proses penyelesaian selesai, pengendara trail dijemput oleh pihak keluarganya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan dan mengendalikan emosi saat berkendara. Perselisihan yang berawal dari kesalahpahaman di jalan dapat dengan cepat berkembang menjadi konflik apabila tidak disikapi dengan bijak. (Faqih).

Tag
Share
Berita Lainnya