Harkitnas 2026, Wali Kota Yogyakarta Ajak Bangun Kemandirian Ekonomi Bangsa

Harkitnas 2026, Wali Kota Yogyakarta Ajak Bangun Kemandirian Ekonomi Bangsa

Harkitnas 2026, Wali Kota Yogyakarta Ajak Bangun Kemandirian Ekonomi Bangsa--Ist

YOGYAKARTA, INFOWAW.IDWali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menilai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan momentum untuk membangkitkan kemandirian ekonomi bangsa di tengah tantangan ketimpangan sosial dan dominasi produk asing.

Dalam refleksinya pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Hasto menegaskan Indonesia memang telah merdeka dan berdaulat secara politik, namun belum sepenuhnya berdikari dalam bidang ekonomi.

“Sebagai bangsa kita sudah merdeka, berdaulat dalam bidang politik. Tapi kita belum berdikari dalam bidang ekonomi,” kata Hasto saat ditemui di sela open house Wali Kota Yogyakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Hasto, semangat kebangkitan nasional yang dimulai sejak lahirnya organisasi Budi Utomo pada 1908 hingga Sumpah Pemuda 1928 lahir dari kesadaran kolektif melawan ketertindasan. Saat itu, akses pendidikan dan kesempatan masyarakat sangat terbatas sehingga melahirkan gerakan kebangsaan yang kemudian mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan pada 1945.

BACA JUGA:Ketua SMSI Lampung: Program Makan Bergizi Gratis Perlu Kontrol Ketat agar Tepat Sasaran

Namun, ia menilai tantangan bangsa saat ini telah berubah. Jika dahulu perjuangan terfokus pada kedaulatan politik, maka kebangkitan nasional saat ini seharusnya diarahkan pada perjuangan membangun ekonomi yang mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar.

“Hari ini siapa yang mau jadi pahlawan berdikari dalam bidang ekonomi? Saya belum lihat,” ungkapnya.

Hasto menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat terhadap produk impor dan dominasi platform digital asing di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam membangun kedaulatan ekonomi nasional.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai memperkuat keberpihakan terhadap produk lokal melalui gerakan membeli dan menggunakan hasil produksi dalam negeri.

BACA JUGA:Shodaqoh Oksigen, PKC PMII Lampung Bersama Cabang Se-Lampung Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pematang Pasir

“Ayo kita bela dan beli produk Indonesia. Kita makan dan minum produk sendiri. Kita tanam yang kita makan, bikin yang kita minum, dan meminum yang kita bikin,” tegasnya.

Mantan Kepala BKKBN itu juga menyinggung persoalan kesenjangan ekonomi nasional. Menurutnya, konsentrasi kekayaan pada segelintir kelompok menjadi tantangan yang harus dijawab melalui semangat kebangkitan baru.

“Siapa pahlawan yang bisa menggerakkan distribusi kesejahteraan kepada lebih banyak orang? Itu butuh pahlawan,” katanya.

Dalam konteks Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar, Hasto menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran ekonomi nasional. Ia mendorong anak muda membangun keberanian untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk asing melalui pendekatan ideologis.

Tag
Share
Berita Lainnya