Kartiyem, Potret Kartini Masa Kini yang Masih Tekun Jual Gorengan di Usia 60 Tahun
Kartiyem, Potret Kartini Masa Kini yang Masih Tekun Jual Gorengan di Usia 60 Tahun--Ist
METRO, INFOWAW.ID – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April selalu menjadi momen untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan keseteraan perempuan. Namun, semangat itu tak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya tercermin dari sosok Kartiyem (60), seorang pedagang gorengan di Kota Metro.
Di usianya yang genap 60 tahun hari ini, yang bertepatan dengan Hari Kartini, Kartiyem tetap setia menjalani aktivitasnya berjualan gorengan di Jalan Ki Hajar Dewantara, Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur. Sejak tahun 2003, ia telah menekuni usaha tersebut tanpa henti, memulai jualannya setiap sore pukul 16.00 WIB hingga dagangannya habis.
“Saya jualan dari 2003 sampai sekarang 2026, sudah 23 tahun ya,” ujar Kartiyem saat ditemui di lapaknya, Selasa (21/04).
Perjalanan hidup Kartiyem tidak selalu mudah. Ia mengaku awalnya hanya membantu suaminya yang bekerja sebagai tukang bangunan. Namun, pada tahun 2009, sang suami jatuh sakit dan tidak lagi diperbolehkan melakukan pekerjaan berat oleh dokter. Sejak saat itu, Kartiyem menjadi tulang punggung keluarga dengan mengandalkan hasil dari berjualan gorengan.
BACA JUGA:Sinergi Pemkot, Muhammadiyah, dan Warga, Rumah Layak Huni di Rejomulyo Segera Dibangun
“Saya tadinya membantu suami saya, kerjanya tukang bangun, terus jatuh sakit tahun 2009 kalo sekarang sudah sembuh bantu bikin gorengan juga,” tuturnya.
Kini, setelah kondisi suaminya membaik, keduanya kembali bekerja sama menjalankan usaha kecil tersebut. Sang suami membantu menyiapkan gorengan, sementara Kartiyem melayani pembeli dengan ramah setiap harinya.
Kartiyem juga telah membesarkan dua anak, laki-laki dan perempuan, dari hasil jerih payahnya berjualan. Baginya, usaha sederhana ini bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga bentuk tanggung jawab dan keteguhan sebagai seorang ibu.
Di tengah peringatan Hari Kartini, kisah Kartiyem menjadi bukti bahwa semangat perjuangan perempuan tidak selalu hadir dalam panggung besar. Ketekunan, kerja keras, dan pengorbanan yang ia jalani selama puluhan tahun adalah wujud nyata emansipasi dalam kehidupan sehari-hari.
Hari ulang tahunnya yang ke-60 pun menjadi momen refleksi atas perjalanan panjangnya. Kartiyem mungkin bukan tokoh besar dalam buku sejarah, tetapi semangatnya mencerminkan nilai-nilai Kartini yang terus hidup di tengah masyarakat.(Sagita Enjellina)
- Tag
- Share
-