Berembuk Rasa Hidupkan Lagi Panggung Teater Kota Metro Lewat Kolaborasi Komunitas Seni Berembuk Rasa Hadir Lagi di Metro
Berembuk Rasa Hidupkan Lagi Panggung Teater Kota Metro Lewat Kolaborasi Komunitas Seni Berembuk Rasa Hadir Lagi di Metro--Ist
METRO, INFOWAW.ID -- Setelah empat tahun berlalu sejak pertama kali digelar pada Maret 2022, Berembuk Rasa kembali hadir menyapa publik Kota METRO melalui rangkaian pertunjukan seni yang sarat makna dan kolaborasi. Kegiatan ini kembali menjadi ruang temu, ruang dengar, sekaligus ruang pulih bagi para pelaku dan penikmat seni pasca pandemi Covid-19.
Berembuk Rasa pertama kali diinisiasi oleh Sanggar Satu Kata (SANGSAKA) bersama Komunitas Cakau, dengan melibatkan berbagai komunitas seni dan pekerja kreatif seperti Sanggar Arimbi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni (IMPAS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni (IMPASI), Keluarga Alumni UKM IMPAS, hingga Kaliptra. Kolaborasi tersebut berhasil membangun energi kolektif yang menghidupkan kembali semangat berkesenian di Kota Metro.
Kini, melalui Berembuk Rasa #2, semangat tersebut kembali dihadirkan dengan format yang lebih matang. Kegiatan ini melibatkan enam inisiator utama, yakni Sanggar Satu Kata, Sanggar Kaliptra, UKM IMPAS, UKM IMPASI, Komunitas Cakau, serta Keluarga Alumni IMPAS.
Salah satu inisiator, Andika Gundoel Septian (36), mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini dikemas dalam dua hari pertunjukan yang menampilkan sandiwara bertema realis.
“Ini adalah kolaborasi dari beberapa komunitas yang meramu rasa menjadi satu pertunjukan. Berembuk Rasa ini yang kedua, setelah sebelumnya digelar pada tahun 2022,” ujar Andika saat ditemui dalam sesi geladi di lokasi pertunjukan, Selasa (14/04).
Ia menjelaskan, pada 17 April 2026 akan dipentaskan sandiwara berjudul Malam Jahanam yang dibawakan oleh Sanggar Kaliptra, UKM IMPASI, dan Komunitas Cakau. Sementara pada 18 April 2026, giliran Sanggar Satu Kata bersama UKM IMPAS dan alumni IMPAS menampilkan Senja dengan Dua Kelelawar.
“Kedua pertunjukan ini merupakan drama realis yang mengangkat tema percintaan, penuh dengan emosi, cinta, dan kasih sayang,” tambahnya.
Pertunjukan ini terbuka untuk umum dengan harga tiket yang terjangkau. Pada masa presale, tiket dibanderol seharga Rp25.000 untuk dua pertunjukan. Sementara pembelian langsung di hari pelaksanaan (on the spot) juga tersedia dengan harga Rp25.000 per pertunjukan.
Berembuk Rasa #2 akan digelar di Gedung Nuwo Budayo Kota Metro, bekerja sama dengan Dewan Kesenian Metro dan Pemerintah Kota Metro.
Lebih dari sekadar pertunjukan, Berembuk Rasa menjadi ruang refleksi bagi masyarakat terhadap peran seni di tengah dinamika pembangunan. Di saat berbagai kebijakan terus bergulir membicarakan pertumbuhan dan kemajuan, kesenian kerap berada di persimpangan antara dirayakan sebagai identitas atau terpinggirkan sebagai pelengkap.
Melalui panggung ini, para seniman menghadirkan sandiwara sebagai cermin sosial, ruang di mana emosi, gagasan, dan realitas saling berkesinambungan. Seni dihadirkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai nalar sosial yang mengajak publik untuk kembali merasakan dan memahami kehidupan secara lebih utuh.
Andika berharap, kegiatan seperti Berembuk Rasa dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.
“Harapannya kita bisa menciptakan kebiasaan baik dalam berkesenian, mengenalkan dan melestarikan seni, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Metro. Ke depannya, semoga juga ada gedung pertunjukan yang lebih representatif di Metro,” ujarnya.
Berembuk Rasa #2 menjadi bukti bahwa rindu yang dirawat selama bertahun-tahun akhirnya menemukan panggungnya. Sebuah peristiwa seni yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga merawat ingatan, mempertemukan rasa, dan menghidupkan kembali suara kolaborasi di tengah masyarakat.
- Tag
- Share
-