INFOWAW.ID - Makin hari harus makin piawai memainkan kartu politik yang dimilikinya.
Menjelang pemilihan ketua-ketua partai di level provinsi dan kabupaten/kota, banyak kejutan-kejutan muncul.
Salah satu nama yang sudah lama dianalisis adalah Ardito Wijaya, Bupati Lampung Tengah saat ini.
Beberapa partai besar jelas dalam proses pemilihan ketua partai di level provinsi, ada PAN, PDI Perjuangan, Demokrat, PKB, Gerindra, dan NasDem. Sementara PKS sudah memilih Ketua DPW Lampung yang jatuh kepada Ade Ibnu Utami.
Jika dianalisis, kemungkinan dari semua partai itu, Ardito hanya punya peluang untuk menjadi Ketua DPD Golkar Lampung dan PAN.
Mengapa? Karena PDI Perjuangan kecenderungan memilih dari kader internal meskipun kurang populer atau tidak menduduki jabatan publik, itu hal yang biasa yang penting kader inti.
BACA JUGA:Kapolres Pringsewu Tekankan Kekompakan Usai Sertijab Tiga Pejabat Utama
Lalu PKB, partai ini nyaris mustahil lepas dari genggaman Chusnunia Chalim yang dua kali pilkada di Lampung selalu menjadi king maker.
Gerindra? Nyaris mustahil menggeser Gubernur Lampung saat ini Rahmad Mirzani Djausal (RMD), dan NasDem yang sudah dikunci oleh satu nama.
Sementara Demokrat masih berat untuk menggeser Edi yang merupakan kerabat dekat pengurus inti DPP Demokrat.
Paling mungkin adalah kursi ketua DPD Golkar Lampung dan PAN. Kalau mau lebih mulus, menjadi Ketua PAN Lampung bisa lebih cepat dan tidak keluarga banyak energi.
Sebaliknya, kalau mau lebih rumit, memang ambil alih Ketua DPD Golkar Lampung yang notabene banyak nama besar bertengger dan sudah start lebih dulu.
BACA JUGA:Guru Besar UNM: Sekolah Rakyat Jadi Kunci Bangun SDM dan Ketahanan Nasional
Manuver-manuver cerdas, kilat, dan silent memang perlu dilakukan untuk mengambil alih posisi ini.
Memang benar, Ardito secara trah merupakan keluarga besar Golkar dari ayahandanya. Tapi harus diakui, bergantinya rezim Golkar memerlukan tenaga tambahan untuk Ardito masuk dan bermanuver.