Rusunawa Iringmulyo Disidak, Wakil Wali Kota Metro Kaget Temukan Barang Bukti Narkoba

Jumat 29-08-2025,15:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

KOTAMETRO, INFOWAW.ID – Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Iringmulyo. 

Dalam sidak tersebut Wakil Walikota dikejutkan dengan temuan diduga alat hisab sabu dan klip sisa pakai narkotika di Menara B Lantai lima pada Kamis 28 Agustus 2025.

Menurut Rafieq, sidak tersebut awalnya dilakukan untuk melakukan. pemeriksaan administrasi dan kondisi fisik bangunan. 

"Jadi awalnya kami ingin mengecek fisik bangunan dan administrasi, termasuk tunggakan sewa yang jumlahnya cukup besar, mencapai ratusan juta rupiah," terangnya. 

BACA JUGA:Warga Metro Bersiap, Bakal Ada Pemadaman Listrik pada Jumat Pagi, 29 Agustus 2025

"Namun saat dilakukan pemeriksaan di ruangan kosong di lantai lima, kami menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba. Ini berupa alat hisap sabu dan klip sisa pakai," bebernya. 

Oleh karenanya pihaknya pun langsung menindaklanjuti temuan tersebut. Ia pun menyayangkan temuan tersebut. Terlebih ruangan kosong tersebut seharusnya dijaga, tetapi justru  dijadikan sarang untuk aktivitas negatif.

"Kita sesalkan temuan ini, karena fasilitas rusak dan dicuri, bahkan dimanfaatkan untuk narkoba. Ini tidak bisa dibiarkan," ungkapnya. 

Ia pun menegaskan bahwa rusunawa, yang notabene aset pemerintah, harus bebas dari narkoba. Terlebih Pemkot juga baru saja menandatangani komitmen kerja sama dengan BNN, dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). 

BACA JUGA: Batanghari Kena Giliran Pemadaman Listrik PLN ULP Metro Jumat, 29 Agustus 2025

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Metro, Robby Kurniawan Saputra, mengakui lemahnya pengawasan di lokasi rusunawa. 

Ia mengatakan, bahwa untuk dua gedung rusunawa saat ini berisi 110 kamar dan hanya 16 tenaga UPTD yang bekerja pada jam kantor. Kondisi ini menyebabkan celah pengawasan yang terbuka lebar. 

"Kami sudah dengar kabar soal penyalahgunaan narkoba, tetapi baru kali ini saya lihat langsung. Ada bong, sisa plastik sabu, korek api, bahkan ganja di kamar lain," paparnya. 

Oleh karenanya ke depan ia menyebut bahwa pengawasan akan lebih diperketat. Ia juga mendorong aparat untuk mengusut siapa pelaku penyalahgunaan narkotika tersebut. 

Kategori :