69 Institusi Pendidikan Eropa Ikut EHEF 2026, Buka Peluang Kuliah bagi Mahasiswa Indonesia

Minggu 08-11-2026,11:34 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Peluang melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa kembali diperkenalkan melalui European Higher Education Fair (EHEF) 2026 yang digelar di Yogyakarta. Sebanyak 69 institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara Eropa ambil bagian dalam pameran yang diselenggarakan Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan calon mahasiswa dapat mencari informasi seputar program studi, persyaratan masuk universitas, hingga peluang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Eropa. Pengunjung juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan perwakilan universitas yang hadir.

EHEF 2026 berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (4/11/2026). Tahun ini menjadi kali ketujuh penyelenggaraan EHEF di Yogyakarta. Setelah dari Yogyakarta, pameran pendidikan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 7–8 November 2026.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., mengatakan kehadiran EHEF menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh pilihan pendidikan tinggi di Eropa.

BACA JUGA:KCIC Prediksi Penumpang WHOOSH Naik 15 Persen Saat Libur Nataru 2026

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan akses informasi mengenai studi di luar negeri, tetapi juga mendorong hubungan kerja sama yang lebih erat antara perguruan tinggi Indonesia dan Eropa.

"UGM menyambut baik European Higher Education Fair (EHEF) sebagai wadah bagi para mahasiswa maupun calon mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang pendidikan tinggi di Eropa. Kami harap acara ini juga dapat membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi di Indonesia dan Eropa dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pertukaran akademik," ujar Wening.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Marco Bonetti, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu bidang penting dalam hubungan kemitraan antara Indonesia dan Uni Eropa.

Kerja sama tersebut selama ini diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari pertukaran pelajar, kolaborasi antaruniversitas, hingga inisiatif akademik yang mendapat dukungan Uni Eropa dan negara-negara anggotanya.

Menurut Marco, pendidikan juga menjadi bagian penting dari strategi EU Global Gateway yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, peningkatan keterampilan, penelitian, dan inovasi.

BACA JUGA:KAI Daop 6 Kenalkan Konektivitas Antarmoda, Insan Pers Jajal Kereta Cepat Whoosh

"Tim Eropa menawarkan lebih dari 1.000 beasiswa kepada pelajar Indonesia setiap tahunnya," jelas Marco.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ghofar Ismail, menilai EHEF memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sektor pendidikan di Yogyakarta.

Ia menyebut Yogyakarta telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan utama pendidikan di Indonesia. Karena itu, kehadiran puluhan institusi pendidikan tinggi Eropa dinilai dapat memperluas akses dan wawasan pelajar terhadap pendidikan bertaraf internasional.

Ghofar juga berharap pertemuan antara institusi pendidikan Eropa dengan pelajar dan komunitas akademik di Yogyakarta dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Kategori :