"Menurut saya, untuk situasi sekarang, HPN cukup kita rayakan di daerah masing-masing. Kita berkumpul bersama seluruh organisasi pers, mengadakan doa bersama, memotong tumpeng, dan bersilaturahmi. Sederhana, tetapi penuh makna dan kebersamaan," ujar Donny.
Ia menegaskan bahwa nilai sebuah peringatan bukan diukur dari kemewahan acara, banyaknya peserta, ataupun besarnya anggaran yang dikeluarkan.
Justru, menurutnya, kesederhanaan dapat menjadi simbol kedewasaan insan pers dalam memahami situasi dan kondisi bangsa.
"HPN bukan soal kemewahan, bukan soal siapa penyelenggaranya, dan bukan pula soal besarnya anggaran. HPN adalah momentum untuk mengenang perjuangan pers, mempererat persaudaraan, dan memperkuat komitmen kita dalam menjaga demokrasi," tegasnya.
BACA JUGA:Perangi Hoaks dan Tingkatkan Kompetensi Wartawan, SMSI Resmi Gandeng RRI
Anggaran Pemerintah Sebaiknya Diprioritaskan untuk Kepentingan Rakyat
Donny juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat dan daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membiayai berbagai program pembangunan.
Oleh karena itu, dirinya berharap seluruh organisasi pers dapat memahami apabila dukungan anggaran pemerintah untuk kegiatan seremonial perlu dibatasi.
"Kalau memang kondisi keuangan negara dan daerah sedang terbatas, lebih baik anggaran yang tersedia diprioritaskan untuk kepentingan rakyat. Kita sebagai insan pers harus mendukung kebijakan efisiensi yang benar-benar berpihak kepada masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, insan pers tidak boleh kehilangan kepekaan terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.
Sebaliknya, pers harus menjadi contoh dalam membangun budaya sederhana, hemat, dan bertanggung jawab.
BACA JUGA:Perangi Hoaks dan Tingkatkan Kompetensi Wartawan, SMSI Resmi Gandeng RRI
Jadikan HPN Momentum Persatuan, Bukan Perpecahan
Menutup pandangannya, Donny mengajak seluruh organisasi konstituen Dewan Pers untuk mengedepankan semangat persatuan dan menghindari persaingan yang tidak produktif dalam penyelenggaraan Hari Pers Nasional.
Ia berharap Dewan Pers dapat mengambil peran sebagai pemersatu sekaligus membuka ruang musyawarah bersama seluruh organisasi pers dalam menentukan arah dan bentuk peringatan HPN ke depan.
"Sudah saatnya kita menghilangkan ego organisasi. HPN adalah milik seluruh insan pers Indonesia. Mari kita rayakan dengan semangat persaudaraan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap kondisi bangsa," katanya.