Kenalkan Jajanan Tradisional, SPS Asparagus II Sleman Sulap Ruang Kelas Jadi Pasar Mini

Minggu 01-11-2026,23:42 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

SLEMAN, INFOWAW.ID – Suasana berbeda terlihat di ruang belajar Satuan PAUD Sejenis (SPS) Asparagus II, Babadan Baru, Padukuhan Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Anak-anak yang mengenakan batik dan lurik tampak sibuk melayani pembeli maupun memilih jajanan di sejumlah lapak yang tertata layaknya pasar tradisional.

Ada yang menawarkan makanan, menghitung uang pembayaran, hingga berkeliling melihat aneka jajanan. Kesibukan kecil tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pasar Tiban Jajanan Tradisional yang digelar pada Kamis–Jumat (29–30/10/2026).

Bukan sekadar menghadirkan suasana pasar di lingkungan sekolah, kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran kokurikuler semester ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Anak-anak diajak mengenal kegiatan ekonomi sederhana sekaligus melihat lebih dekat kekayaan kuliner tradisional Indonesia.

Kepala SPS Asparagus II, Muflichah, S.E., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan kokurikuler berlangsung selama lima hari, mulai Senin (26/10/2026) hingga Jumat (30/10/2026). Seluruh kegiatan mengacu pada tema pembelajaran Oktober, yakni tanaman.

BACA JUGA:KAK DEWA Keliling Hadirkan Layanan Kesehatan Jiwa hingga ke Rumah Warga di Sleman

Pada hari pertama Senin (26/10) anak-anak mengikuti kegiatan bertajuk "Asyiknya Menanam Jagung". Mereka dikenalkan dengan biji jagung, media tanam, serta cara menanam yang benar melalui praktik langsung. Dari aktivitas ini, anak-anak mulai mengenal bagaimana sebuah tanaman tumbuh.

Kegiatan berlanjut pada Selasa (27/10) dengan tema "Yuk, Melihat Video Tanaman Sayur". Kali ini, anak-anak diajak mengenali berbagai jenis sayuran melalui tayangan video. Mereka juga diperkenalkan dengan manfaat tanaman sayur yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak berhenti sampai di situ, pada Rabu (28/10) anak-anak mendapat kesempatan membuat jagung susu keju atau jasuke. Melalui kegiatan bertajuk "Enaknya Membuat Jasuke", mereka belajar mengolah jagung menjadi makanan yang bisa dinikmati.

Dari menanam hingga mengolah hasil tanaman, anak-anak perlahan diperkenalkan pada proses yang saling berkaitan. Puncaknya, mereka diajak mengenal kegiatan jual beli melalui Pasar Tiban Jajanan Tradisional.

Pelaksanaannya dibagi menjadi dua kelompok. Kelas Sadewa mengikuti kegiatan pada Kamis (29/10), sementara Kelas Nakula mendapat giliran pada Jumat (30/10).

Ruang belajar disulap menjadi pasar tradisional dengan lapak-lapak yang dihiasi ornamen khas budaya Jawa. Berbagai jajanan tradisional ditata untuk menarik perhatian pengunjung. Setiap makanan dijual dengan harga Rp3.000 per porsi.

Pilihan jajanan yang tersedia cukup beragam. Mulai dari dadar gulung isi enten, mata kebo, lopis, lumpia, bubur kacang hijau, klepon, kolak pisang, ongol-ongol singkong, es setup nanas, onde-onde mini, putu ayu, cenil, kue apem, talam, hingga lemet singkong.

Bagi anak-anak, pasar mini ini menjadi kesempatan untuk mengenal makanan yang mungkin belum pernah mereka lihat atau cicipi sebelumnya. Mereka juga diperkenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat jajanan tersebut, seperti singkong, jagung, pisang, beras ketan, tepung beras, kelapa, dan gula jawa.

BACA JUGA: Cari Tempat Nongkrong di Jogja? Tarumartani 1918 Tawarkan Kuliner dan Hiburan Musik

Dengan melihat langsung aneka makanan yang dijajakan, anak-anak dapat mengetahui bahwa bahan pangan dari tanaman bisa diolah menjadi berbagai hidangan tradisional yang memiliki cita rasa dan bentuk berbeda.

Kategori :