Cegah Rivalitas Antarsekolah, Pemkot Yogyakarta Dorong Pelajar Perbanyak Kegiatan Kolaboratif

Sabtu 31-10-2026,23:44 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

Salah satu kegiatan yang telah berjalan adalah Setu Sinau di kawasan Malioboro setiap Sabtu. Melalui kegiatan tersebut, pelajar diajak kembali mengenal adat istiadat dan kebudayaan Yogyakarta.

BACA JUGA:Kejar Predikat Nindya, Pemkab Mesuji Perkuat Upaya Perlindungan Anak

Wawan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar nilai-nilai budaya lokal tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, mengatakan pihaknya terus berupaya menyediakan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas.

Salah satunya melalui Expo Karya Pemuda yang berlangsung pada 23–28 Oktober 2026. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda itu menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperkenalkan karya sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Agus berharap kegiatan kepemudaan tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas, tetapi juga mampu mendorong anak muda mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap pemuda-pemuda di Kota Yogyakarta menjadi agen perubahan. Karena itu, perlu diciptakan program-program pelayanan kepemudaan yang mendukung perkembangan dan potensi mereka,” ungkap Agus.

BACA JUGA:Pemkab Lampung Tengah Koordinasikan Penyusunan Laporan Aksi HAM untuk Tahun 2027

FORSA Jadi Wadah Memperkuat Hubungan Antarsekolah

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Hasyim, menilai kerja sama antar pengurus OSIS menjadi hal penting untuk membangun hubungan yang lebih baik di kalangan pelajar Kota Yogyakarta.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan komunikasi dan kerja sama antara pelajar, guru, pihak sekolah, serta lembaga terkait.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai persoalan di lingkungan pendidikan diharapkan dapat diselesaikan bersama.

Hal senada disampaikan Kepala SMP IT Abu Bakar Yogyakarta, Eko Budi Lestari. Ia mengajak pengurus OSIS untuk ikut menjaga persatuan sekaligus menjadi contoh bagi pelajar lainnya.

Eko juga mengingatkan agar tindakan klitih tidak sampai merusak citra Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota pelajar.

Menurutnya, generasi muda justru perlu menunjukkan kemampuan dan prestasi yang bisa membawa nama baik sekolah maupun daerah.

“Tunjukkan bahwa klitih itu akan hilang dengan prestasi-prestasi yang kita dapatkan,” jelasnya.

Kategori :