Pemuda Soropadan Hidupkan Lagi Jatilan Kudho Satrio Setelah 11 Tahun Vakum

Sabtu 31-10-2026,23:39 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

Dalam kepengurusan yang dibentuk, Toni Gustira dipercaya memimpin paguyuban Kudho Satrio. Sementara itu, M. Ilham Akbar Demokrasi bertugas sebagai ketua panitia penyelenggara pementasan.

Keterlibatan para pemuda diharapkan dapat menjadi awal keberlanjutan kegiatan Kudho Satrio, terutama dalam menggelar latihan rutin, membina penari, dan menyiapkan generasi penerus.

Dengan demikian, kesenian jatilan tidak hanya kembali dipentaskan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus berkembang di lingkungan masyarakat Soropadan.

Pementasan Jatilan Turut Gerakkan UMKM

Kembalinya Kudho Satrio juga membawa suasana berbeda bagi lingkungan Soropadan. Keramaian penonton dimanfaatkan sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan di sekitar arena pertunjukan.

Para pedagang musiman atau pedagang tiban membuka lapak dan menawarkan berbagai dagangan kepada pengunjung yang datang menyaksikan pementasan.

Aktivitas tersebut turut menambah keramaian sekaligus membuka peluang pendapatan bagi pedagang kecil.

Penyelenggaraan kegiatan ini sendiri tidak terlepas dari gotong royong masyarakat. Warga ikut memberikan dukungan, mulai dari tenaga, pemikiran, hingga bantuan dana untuk kebutuhan pementasan.

Dukungan juga datang dari sejumlah donatur dan sponsor, termasuk dua anggota DPRD Kabupaten Sleman yang disebut panitia dengan nama Dedi dan Chisya.

Selain itu, sejumlah pelaku usaha dan lembaga turut berpartisipasi, di antaranya GKI Gejayan, Mi Doyok, Gudeg Kangen Bu Manto, Dolphin Garage, Gudeg Yu Narni, Putra Kambing Farm, Diaz Teknik, Rumah Makan Hj. Marsiyah, dan Bengkel Untung.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam terselenggaranya pementasan perdana Kudho Satrio setelah 11 tahun tidak aktif.

BACA JUGA:PWI Pringsewu Sambut Dukungan Kajari untuk HPN dan Porwanas 2027 di Provinsi Lampung

Dukuh Soropadan Apresiasi Semangat Generasi Muda

Dukuh Soropadan, Shalahudin Kamal, S.Pd., mengapresiasi langkah para pemuda yang berhasil menghidupkan kembali kelompok kesenian jatilan Kudho Satrio.

Menurut Shalahudin, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, masih memiliki kepedulian terhadap keberadaan kesenian tradisional Jawa.

Ia memandang kegiatan berkesenian juga memiliki manfaat sosial karena dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

Kategori :