YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melihat penyelenggaraan Jogja Destination Wedding Fair (JDWF) 2026 sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku usaha yang bergerak di industri pernikahan.
Ketua DPW Gekrafs DIY, Sarah Azzahra, S.IP., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tempat bagi calon pengantin untuk mencari kebutuhan pernikahan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka.
Hal itu disampaikan Sarah saat ditemui wartawan seusai menghadiri pembukaan JDWF 2026 di Jogja City Mall, Yogyakarta, Jum'at (16/10/2026).
“Acara ini sangat menarik dan bermanfaat bagi orang-orang yang sedang mempersiapkan pernikahan. Banyak EO dan hotel dikumpulkan dalam satu tempat sehingga calon pengantin bisa melihat serta membandingkan pilihan secara langsung,” ujar Sarah.
Menurutnya, industri pernikahan memiliki keterkaitan dengan banyak bidang usaha. Tidak hanya hotel dan penyelenggara acara atau event organizer (EO), tetapi juga melibatkan pelaku usaha kuliner, fotografi, videografi, hingga berbagai kebutuhan pendukung pernikahan lainnya.
BACA JUGA:Jogja Destination Wedding Fair 2026 Pertemukan Vendor dan WO, Bidik Kerja Sama Bisnis
Dengan banyaknya sektor yang terlibat, Sarah menilai kegiatan seperti JDWF dapat membantu mempertemukan pelaku usaha dengan calon pelanggan sekaligus memberikan ruang promosi bagi industri kreatif di Yogyakarta.
Ia juga berharap pameran tersebut semakin banyak melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama mereka yang menyediakan produk maupun jasa di bidang pernikahan.
Gekrafs DIY, kata Sarah, membuka peluang untuk bekerja sama dengan penyelenggara JDWF pada pelaksanaan berikutnya. Salah satu yang diharapkan adalah tersedianya stan khusus Gekrafs yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM.
“Harapannya, tahun depan kami bisa bergabung dengan membuka stan khusus Gekrafs DIY, sekaligus mengumpulkan teman-teman UMKM yang bergerak di bidang wedding, EO, fotografi, dan videografi,” katanya.
Sarah berharap rencana tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan menjalin kerja sama dengan pelaku industri pernikahan lainnya.
Di luar kegiatan pameran, Gekrafs DIY juga terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan membantu membuka akses informasi dan peluang dukungan permodalan bagi UMKM melalui program yang tersedia.
BACA JUGA:10 Pejabat Eselon II di Pemkab Lampung Utara Resmi Dilantik
Menurut Sarah, keterlibatan pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha diperlukan agar perkembangan industri kreatif dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.
Ia juga berharap JDWF tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan dapat digelar secara rutin dan menjadi bagian dari kalender acara tahunan di DIY.