Bupati Pringsewu Soroti Bahaya Bullying, Kesehatan Mental Anak Jadi Perhatian

Selasa 13-10-2026,23:48 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

PRINGSEWU, INFOWAW.ID – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang bebas dari perundungan, kekerasan, dan intoleransi, khususnya di lingkungan sekolah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan, Penanganan dan Pencegahan Kekerasan, Perundungan dan Intoleransi Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 di Hotel Urban Pringsewu, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang diikuti para kepala sekolah dasar negeri dan swasta tersebut menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas P3AP2KB, kepolisian, serta kejaksaan.

Dalam sambutannya, Riyanto mengatakan perundungan atau bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan, pengucilan, kekerasan fisik, hingga perundungan melalui media sosial. Menurutnya, perundungan kerap dianggap sebagai candaan atau kenakalan biasa, padahal dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, khususnya Generasi Alpha yang tumbuh di tengah perkembangan gawai dan media sosial. Kondisi tersebut memerlukan perhatian lebih dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar agar anak-anak terlindungi dari berbagai bentuk tekanan, baik di sekolah maupun di dunia maya.

BACA JUGA:Wabup Umi Laila Buka Penetrasi Pasar di Pringsewu

“Masalah kesehatan mental pada anak-anak tidak bisa kita abaikan. Jika tidak ditangani dengan baik, perundungan, baik di sekolah maupun di dunia maya, dapat memperburuk kondisi psikologis mereka. Karena itu, kita harus lebih peka dan mampu memberikan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

Riyanto mengibaratkan orang tua dan guru sebagai busur yang harus kokoh agar anak panah dapat meluncur lurus menuju masa depan. Menurutnya, diperlukan peran bersama dari seluruh pihak untuk membentuk lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Ia berharap kegiatan bimtek tersebut dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan para kepala sekolah dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan, perundungan, dan intoleransi di lingkungan pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, mari kita bersama-sama mewujudkan Pringsewu yang bebas dari perundungan, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, saling menghargai, dan siap menjadi generasi emas Indonesia 2045,” ajaknya.

BACA JUGA:Permintaan SKCK di Pringsewu Tembus 6.149 Dokumen

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu, Iswanto, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan anak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan anak dari tindak kekerasan di lingkungan pendidikan serta menjamin terpenuhinya hak-hak anak.

Bimtek tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan, perundungan, serta intoleransi di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini turut dihadiri Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dra. Titik Puji Lestari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Dr. Supriyanto, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Kategori :