Rumaket 2026 Yogyakarta Hadirkan Transformasi Wayang dan Ragam Budaya untuk Generasi Muda

Minggu 04-10-2026,10:23 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Ruang Masyarakat Ketemu (Rumaket) 2026 sebagai wadah interaksi masyarakat dengan berbagai warisan budaya. Kegiatan yang berlangsung pada 4–10 Oktober 2026 di Taman Pintar Yogyakarta ini membawa tema “Hageganti: Transformasi Wayang Yogya” dengan menghadirkan beragam program, mulai dari pameran budaya, pertunjukan seni, talkshow, workshop, kuliner tradisional, hingga aktivitas edukatif bagi masyarakat.

Pelaksanaan Rumaket 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta. Melalui agenda tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sesuatu yang dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman dengan tetap mempertahankan nilai dan karakter aslinya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengatakan Rumaket yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam merupakan ruang apresiasi terhadap warisan budaya tak benda melalui berbagai kegiatan kreatif dan partisipatif.

Ia menjelaskan, tema Hageganti memiliki makna tentang proses perubahan dan penyesuaian budaya agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam memperkenalkan budaya kepada generasi muda.

BACA JUGA:Kejari Pringsewu Setujui Penghentian Penuntutan Pencurian HP Setelah Pelaku Kembalikan Kerugian

“Pewarisan budaya perlu dikemas sesuai dengan kondisi sekarang agar masyarakat, khususnya anak-anak, dapat memahami budaya dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima,” kata Yetti dalam jumpa pers di Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026).

Salah satu agenda utama dalam Rumaket 2026 adalah pameran “Hageganti: Transformasi Wayang Yogya”. Pameran ini mengajak pengunjung menelusuri perkembangan wayang Yogyakarta, mulai dari bentuk tradisional hingga berbagai inovasi pertunjukan yang berkembang saat ini.

Kurator pameran, Fajar Wijanarko, menjelaskan bahwa transformasi wayang tidak hanya terlihat dari perubahan bentuk pertunjukan, tetapi juga dapat dilihat melalui berbagai arsip dan benda budaya yang merekam perjalanan panjang wayang.

Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat sejumlah koleksi seperti kartu pos tahun 1903 yang mendokumentasikan wayang, berbagai koleksi wayang, manuskrip, hingga perkembangan pertunjukan modern seperti Wayang Jogja Night Carnival (WJNC).

“Pengunjung akan diajak memahami transformasi wayang melalui berbagai material budaya yang menjadi bukti perjalanan wayang dari masa ke masa,” ungkap Fajar.

BACA JUGA:Kemenko IPK Beri Atensi, Pemkab Mesuji Gunakan Disposal Tol untuk Perbaikan Jalan

Selain pameran, Rumaket 2026 juga menghadirkan pertunjukan kolaborasi Wayang Playground: Menyusun Puzzle Menuju Alengka yang melibatkan peserta pelatihan dalang bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Yogyakarta.

Pertunjukan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan wayang dengan pendekatan yang lebih dekat kepada anak-anak. Sebanyak sekitar 50 anak akan tampil memainkan wayang dengan mengangkat cerita Rama Tambak yang menghadirkan tokoh-tokoh wayang kapi-kapi.

Sementara itu, Ketua PEPADI Kota Yogyakarta, Faizal Noor Singgih, menyampaikan bahwa Wayang Playground dirancang sebagai cara baru untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni pewayangan.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam proses memainkan dan memahami cerita wayang menggunakan bahasa yang sesuai dengan dunia mereka.

Kategori :