YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID — Stasiun Lempuyangan menjadi salah satu titik penting pergerakan masyarakat dan wisatawan menuju Kota Yogyakarta. Seiring meningkatnya jumlah pengguna kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mulai melakukan penataan kawasan stasiun guna memperkuat kapasitas pelayanan serta menciptakan konektivitas transportasi yang lebih baik.
Sebagai salah satu stasiun utama di Yogyakarta, Lempuyangan melayani perjalanan Kereta Api Jarak Jauh serta KRL Commuter Line relasi Yogyakarta–Palur. Tingginya aktivitas penumpang membuat pengembangan fasilitas dan pengaturan kawasan menjadi kebutuhan untuk menjaga kelancaran mobilitas.
Data KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat, jumlah penumpang yang menggunakan layanan Stasiun Lempuyangan terus mengalami peningkatan. Pada 2025, total pengguna jasa mencapai 5.605.414 orang, naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5.392.700 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyampaikan, peningkatan jumlah penumpang menunjukkan posisi strategis Stasiun Lempuyangan sebagai salah satu akses utama transportasi di Kota Yogyakarta.
"Dalam satu hari, jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang melakukan perjalanan naik maupun turun di Stasiun Lempuyangan mencapai 12.586 orang. Sementara untuk KRL Commuter Line Yogyakarta-Palur berada di angka sekitar 4.500 penumpang," ujar Feni dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (15/9/2026).
BACA JUGA:Dipimpin AKP Muslifar, Polres Mesuji Kompak Bersihkan Masjid Baitul A'mal
Tidak hanya melayani perjalanan penumpang, Stasiun Lempuyangan juga berperan dalam mendukung layanan angkutan barang yang menjadi bagian dari aktivitas transportasi perkeretaapian di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Melihat pertumbuhan aktivitas tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta melakukan langkah penataan dan pengembangan kawasan Stasiun Lempuyangan. Proses pengembangan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan, keamanan, serta kenyamanan bagi pengguna jasa maupun operasional kereta api.
Salah satu tahap awal pengembangan dilakukan pada area sisi selatan stasiun. Penataan tersebut mencakup perluasan kawasan serta pengaturan ulang akses kendaraan dengan memisahkan jalur khusus penumpang menuju area keberangkatan dan kedatangan dari jalur umum masyarakat.
Menurut Feni, penataan kawasan ini diharapkan mampu menciptakan akses yang lebih tertib sekaligus menjadi bagian dari rencana pengembangan Stasiun Lempuyangan sebagai simpul transportasi terpadu.
"Penataan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat dan wisatawan melalui akses transportasi yang semakin mudah. Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan sebagai simpul integrasi antarmoda yang mendukung mobilitas," jelasnya.
BACA JUGA:Meriahkan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil
Pengembangan Stasiun Lempuyangan juga menjadi bagian dari strategi KAI dalam memperluas fungsi stasiun, bukan hanya sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang mampu menghubungkan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kawasan perkotaan.
Dengan adanya peningkatan fasilitas serta konektivitas transportasi, Stasiun Lempuyangan diproyeksikan semakin memperkuat perannya sebagai gerbang mobilitas menuju Yogyakarta sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. (Faqih).