Syaratnya, tulisan tersebut tetap harus memiliki nilai berita dan dilengkapi informasi pendukung, seperti latar belakang sejarah, filosofi, makna tradisi, keterlibatan masyarakat, serta manfaat keberadaannya.
Meski demikian, aspek aktualitas tetap menjadi perhatian. Berita terbaru tetap menjadi prioritas, sedangkan tema budaya dan tradisi dapat menjadi ruang bagi penulis untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam dan memiliki nilai dokumentasi.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut, Diskominfo Sleman sebelumnya telah melakukan berbagai pembinaan kepada penggiat KIM, termasuk pelatihan penulisan feature agar informasi masyarakat dapat dikemas secara lebih menarik, humanis, dan mudah dipahami.
BACA JUGA:Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Polisi Bersihkan Rumah Ibadah hingga Sekolah di Pringsewu
KIM Berperan sebagai Penghubung Informasi Masyarakat
Panewu Depok Rakhmat Harinawan mengapresiasi keberadaan Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman yang dinilai mampu menjaga keberlanjutan perannya sebagai penyampai informasi publik.
Menurut Rakhmat, KIM memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan dapat membantu menyampaikan berbagai informasi secara cepat, tepat, serta sesuai dengan kaidah jurnalistik.
"Kami ikut bangga dengan keberadaan Forum KIM Kabupaten Sleman yang tetap eksis dan terus memberikan kontribusi, terutama dalam menyampaikan informasi dan pemberitaan secara cepat, tepat, dan benar dengan memperhatikan unsur 5W+1H," ungkapnya.
Ia menyebut KIM di setiap kapanewon dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi terkait pembangunan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, serta berbagai potensi yang ada di wilayah.
Keberadaan KIM yang dekat dengan warga juga memungkinkan berbagai informasi dari tingkat padukuhan, kalurahan, hingga kapanewon dapat dihimpun dan diketahui masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Ketua KIM Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo Amir, menegaskan bahwa KIM bukan hanya menjadi ruang komunikasi antaranggota, tetapi juga memiliki peran sebagai penghubung informasi sekaligus penguat kapasitas masyarakat.
Menurut Adnan, kedekatan KIM dengan warga menjadi kekuatan untuk menemukan berbagai potensi, inovasi, budaya, tradisi, maupun praktik baik yang berkembang di tengah masyarakat.
"Melalui jejaring KIM, berbagai informasi dari masyarakat dapat diolah dan disampaikan lebih luas, sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antarwilayah," jelasnya.
BACA JUGA:Bike to School Kembali Digalakkan di Yogyakarta, Pemkot Siapkan Jalur Sepeda untuk Pelajar
KIM Didorong Kembangkan Kreativitas Digital
Dalam kesempatan tersebut, Diskominfo Sleman juga menyampaikan rencana pelaksanaan Lomba Video Pendek Pertunjukan Rakyat Kabupaten Sleman Tahun 2026.