YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta terus mengoptimalkan penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah pasar tradisional maupun pasar yang menjadi titik pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Peninjauan sekaligus kegiatan dropping beras SPHP kembali dilakukan pada Sabtu (5/9/2026) dengan lokasi utama di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan agenda rutin hasil kerja sama BULOG Kanwil Yogyakarta bersama Pemerintah Provinsi DIY untuk menjaga ketersediaan beras serta memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar.
Penyaluran beras SPHP tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Upaya ini terutama diarahkan untuk menjaga kestabilan harga di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul menyusul perhatian terhadap perkembangan inflasi pada Agustus 2026.
Dalam pelaksanaan distribusi, BULOG Kanwil Yogyakarta melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemerintah Kota Yogyakarta, serta Satgas Pangan Polresta Yogyakarta. Sinergi antarinstansi ini dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berlangsung dengan baik, sesuai aturan, serta menjangkau pedagang eceran dan masyarakat secara tepat sasaran.
BACA JUGA:Festival Babad Siti Kemantren #4 Digelar, Lima Kemantren Dapat Apresiasi Atas Potensi Budayanya
BULOG bersama pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi beras SPHP di berbagai pasar tradisional di DIY. Selain menjaga ketersediaan stok, pengawasan dilakukan untuk memastikan harga beras di tingkat pedagang tetap mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menyampaikan bahwa program distribusi beras SPHP merupakan wujud komitmen bersama antara BULOG dan Pemerintah Provinsi DIY melalui Dinas Perdagangan dalam menjaga kestabilan pasokan serta harga pangan.
"Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras, menekan laju inflasi daerah, serta memberikan kepastian harga yang terjangkau bagi masyarakat," ujar Dedi.
Selain menyalurkan beras SPHP dalam kemasan 5 kilogram, BULOG Kanwil Yogyakarta juga memastikan produk beras lainnya, seperti Beraskita Premium, tetap tersedia di pasar-pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
BULOG Yogyakarta mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan membeli beras sesuai kebutuhan. Masyarakat juga tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan karena stok beras yang tersimpan di gudang BULOG DIY dipastikan aman serta mencukupi untuk mendukung kebutuhan masyarakat. (Faqih).