Festival Mustika Rasa Yogyakarta Hadirkan 100 UMKM, Kuliner Tradisional hingga Cek Kesehatan Gratis

Senin 31-08-2026,23:03 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mendukung penyelenggaraan Festival Mustika Rasa yang akan berlangsung di Alun-Alun Kidul Yogyakarta pada 29–30 Agustus 2026. Festival ini tidak hanya menghadirkan beragam kuliner tradisional Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali resep-resep Nusantara sekaligus mendorong pemanfaatannya dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Hasto mengatakan, kekayaan kuliner Indonesia yang terdokumentasi dalam buku Mustika Rasa perlu kembali dikenalkan kepada generasi sekarang. Menurutnya, resep-resep tersebut tidak seharusnya hanya menjadi catatan sejarah, tetapi perlu dihidupkan dan dipraktikkan di tengah masyarakat.

“Kita harus selalu melakukan sosialisasi dan kampanye makanan. Masakan Nusantara ini harus kita kampanyekan,” kata Hasto Wardoyo saat jumpa pers Festival Mustika Rasa di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, Jum'at (28/8/2026).

Menurut Hasto, Yogyakarta menjadi salah satu wilayah yang tepat untuk memperkenalkan kembali berbagai makanan tradisional yang terdapat dalam Mustika Rasa. Festival tersebut diharapkan mampu mempertemukan masyarakat dengan beragam kuliner Nusantara yang selama ini mungkin belum banyak dikenal.

BACA JUGA:Penataan Malioboro Tak Boleh Parsial, Transportasi hingga Ekonomi dan Budaya Harus Terintegrasi

Resep Nusantara untuk Mendukung Penanganan Stunting

Selain pelestarian kuliner, Hasto menilai resep-resep dalam Mustika Rasa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi menu yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, termasuk dalam upaya penanganan stunting.

Ia menjelaskan, makanan untuk mendukung tumbuh kembang anak perlu memperhatikan kandungan gizi, terutama protein hewani dan berbagai zat gizi penting lainnya.

“Resep-resep masakan yang ada dalam buku ini bisa kita terjemahkan untuk balita. Dari resep Indonesia Timur, Indonesia Tengah sampai Indonesia Barat, semuanya bisa kita terjemahkan dalam bentuk makanan untuk mendukung penurunan stunting,” ungkapnya.

Hasto menyebut penerapan resep tersebut dapat disesuaikan berdasarkan kelompok usia anak, mulai dari usia enam bulan hingga 24 bulan. Dengan demikian, kekayaan resep tradisional Indonesia dapat dikembangkan menjadi pilihan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak.

Ia juga menilai pendekatan tersebut penting karena upaya mengatasi stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik yang dapat diterapkan masyarakat.

Festival Mustika Rasa Libatkan 100 UMKM

Festival Mustika Rasa juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM Yogyakarta untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka. Sekitar 100 tenant disiapkan dalam festival tersebut, dengan mayoritas diisi pelaku usaha kuliner.

Hasto mengatakan keterlibatan UMKM diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi sarana promosi bagi usaha kuliner yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.

“Kalau UMKM diberi outlet untuk berjualan tentu senang. Kita kasih tempat, kemudian ada pengunjung dan makanan yang bisa dinikmati banyak orang. Ini juga menjadi upaya menggerakkan ekonomi UMKM,” kata Hasto.

Kategori :