YOGYAKARTA, INFOWAW.ID — Persoalan akurasi data desil kembali menjadi perhatian di Kota Yogyakarta. Seorang warga lanjut usia sekaligus penyandang disabilitas di Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, tercatat dalam Desil 10, meski kondisi kehidupan sehari-harinya menunjukkan keterbatasan ekonomi.
Warga tersebut adalah Suwarno, 70 tahun, yang kini tinggal seorang diri di rumahnya. Ia mengaku sudah tidak bekerja dan tidak lagi menerima bantuan sosial sejak 2025.
Suwarno mengaku terkejut ketika mengetahui dirinya tercatat dalam Desil 10. Menurut dia, status tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya yang ia jalani.
Kondisi rumah Suwarno terlihat sederhana. Bahkan, terdapat sejumlah bagian atap rumah yang mengalami kerusakan. Beberapa peralatan elektronik yang ada di dalam rumah juga sudah tidak dapat digunakan.
Kulkas dan mesin cuci yang dimilikinya dalam kondisi rusak. Sementara televisi yang masih digunakan merupakan pemberian anaknya yang kini sudah tidak tinggal bersamanya.
"Bisa dilihat saya memiliki kulkas tapi sudah rusak, punya mesin cuci juga sudah rusak. Semua tidak sesuai dengan kriteria desil," ujar Suwarno, Jum'at (28/8/2026).
BACA JUGA:Kreator Konten Mulai Andalkan AI, Universitas Galuh Ingatkan Pentingnya Keamanan Data Pribadi
Tinggal Seorang Diri dan Tak Lagi Bekerja
Kondisi Suwarno semakin memprihatinkan karena selain berusia 70 tahun, ia juga merupakan penyandang disabilitas. Kelainan pada tulang punggungnya telah dialami sejak lahir.
Saat ini, Suwarno mengaku sudah tidak mampu bekerja seperti sebelumnya. Sebagian besar aktivitasnya dilakukan di rumah dan ia tinggal seorang diri.
Karena kondisi tersebut, Suwarno berharap status data kesejahteraannya dapat kembali diperiksa. Ia juga berharap memperoleh pendampingan untuk memahami bagaimana dirinya bisa tercatat dalam Desil 10.
Menurut informasi yang diketahuinya, masyarakat yang masuk dalam kelompok desil tinggi seharusnya memiliki kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih baik. Hal tersebut kemudian membuat Suwarno mempertanyakan kesesuaian data yang tercatat dengan kondisi nyata di lapangan.
Berharap Ada Verifikasi Data di Lapangan
Suwarno berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi juga melakukan verifikasi terhadap kondisi warga di lapangan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Baginya, persoalan data bukan sekadar mengenai status desil. Ketidaksesuaian data dapat berdampak pada akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan dan perlindungan sosial.