Satu Desa Satu Sarjana STEM, Langkah Pemprov Lampung Cetak Inovator Lokal dari Pelosok Desa

Kamis 27-08-2026,23:29 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

INFOWAW.ID -- Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela (Jihan), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan sebuah paradigma baru dalam pembangunan daerah: Manusia adalah Infrastruktur Terpenting. Pemprov Lampung tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi justru melakukan lompatan besar dengan mengokohkan fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dua terobosan strategis yang menyentuh langsung akar rumput: Program Satu Desa Satu Sarjana (STEM) dan Satu Desa Satu Hafiz Qur’an.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen tegas Gubernur Mirza yang telah menghapus beban uang komite sekolah di tahun 2025 kemarin. Kini, Pemprov Lampung hadir lebih jauh, bukan sekadar menggratiskan akses, melainkan menjamin masa depan anak-anak desa.

1. Meretas Batas, Menciptakan Inovator Lokal dari Pinggiran

Pemprov Lampung memahami bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya berpusat di perkotaan. Melalui Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemprov memberikan beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, khususnya anak-anak petani dan keluarga tidak mampu, untuk menempuh pendidikan tinggi (PT/Universitas) di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Ini bukan sekadar program beasiswa biasa. Ini adalah strategi “rural brain gain”. Gubernur Mirza memiliki visi besar: menjadikan setiap desa di Lampung memiliki "aktor intelektual" lokal yang mampu menjadi motor penggerak inovasi.

“Kita tidak ingin desa hanya menjadi penonton kemajuan. Kita ingin desa menjadi sumber inovasi itu sendiri. Jika satu desa memiliki satu sarjana STEM, maka desa itu akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dari teknologi pertanian presisi hingga efisiensi ekonomi kerakyatan,” tegas Gubernur Mirza dalam keterangannya.

Gubernur Mirza mengatakan bahwa program tersebut diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat kualitas SDM di tingkat desa.

BACA JUGA: Berawal dari Dengar Radio Rapemda Pringsewu FM, Pengerusi Koperasi Masjid Malaysia Tertarik Kembangkan Mocaf

"Lampung membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, mesin, industri, pertanian modern, serta berbagai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Karena itu pendidikan vokasi dan pendidikan berbasis keterampilan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM Lampung," ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan dan membuka ruang pembangunan. Sedangkan perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan SDM.

Dengan investasi besar ini, Pemprov Lampung optimis dapat memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ini adalah bukti konkret bahwa negara hadir, bukan hanya untuk meringankan beban, tetapi untuk mengangkat derajat dan daya saing masyarakat desa.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila), Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd. menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM diperoleh melalui jalur pendidikan, untuk itu perlu adanya dukungan penuh dari  dunia pendidikan.

"Pak Gubernur memiliki program satu desa satu sarjana, merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang perlu kita dukung oleh semua pihak termasuk Insya Allah kami juga akan mendukung bagaimana menyiapkan lulusan dari setiap desa, dari SMA misalkan itu untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi terutama pada program sarjana," ucapnya.

Menurut Albert, saat program sudah berjalan maka akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung.

"Jangka panjangnya adalah IPM kita akan bisa tumbuh merangkak naik persentasenya, walaupun memang tidak semuanya dari unsur pendidikan, namun unsur pendidikan memegang peranan yang sangat penting," lanjutnya.

Kategori :