"Selama empat bulan ini sudah banyak yang datang berkunjung. Ada dari Lampung Selatan, Tulang Bawang dan daerah lainnya. Mereka datang untuk belajar menanam Arkansas," ungkapnya.
BACA JUGA:Meriahkan HUT RI ke-81 dan HUT Desa Tirtalaga, Turnamen Voli Antar Desa Lahirkan Tiga Tim Terbaik
Penerapan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) juga memberikan sejumlah dukungan bagi petani, termasuk pemanfaatan unsur silika, pestisida, hormon dan molybdenum sebagai bagian dari teknologi budidaya.
Petani menyebut penggunaan teknologi tersebut dapat membantu mempercepat masa panen hingga sekitar 10 hari. Selain itu, tahun ini petani juga mendapatkan dukungan untuk mengetahui kondisi pH tanah sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketepatan dalam pengelolaan lahan.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai penerapan teknologi tersebut memiliki potensi besar apabila dapat diterapkan secara luas. Peningkatan produktivitas satu ton gabah per hektare saja dinilai mampu memberikan tambahan pendapatan yang cukup signifikan bagi petani.
Di sisi lain, ketersediaan air masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani di sejumlah wilayah persawahan Rama Nirwana.
Kondisi saluran irigasi dan perbedaan elevasi menyebabkan air sulit masuk ke beberapa areal persawahan, terutama ketika musim kemarau. Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan sumur bor dan pompa sebagai solusi pendukung.
Namun, keterbatasan bantuan pemerintah membuat tidak semua kelompok tani dapat memperoleh bantuan pompa secara bersamaan.
Gubernur Lampung menekankan pentingnya mekanisme gotong royong agar petani yang belum mendapatkan bantuan tetap dapat memperoleh akses air.
"Pemerintah memang membantu pompa, tetapi bantuannya terbatas dan tidak bisa semuanya sekaligus. Sambil menunggu, kita dorong gotong royong. Ada yang dapat bantuan, ada yang belum, yang belum kita bantu bersama. Yang penting semuanya kebagian air," ujar Gubernur.
BACA JUGA:Kabar Baik Buat Pemilik Anabul, Vaksinasi Rabies Gratis di Yogyakarta Dibuka September 2026
Menurutnya, mekanisme pembayaran setelah panen atau yarnen juga dapat didiskusikan di tingkat Gapoktan sebagai bentuk usaha bersama untuk mendukung operasional pompa.
Selain air, pemerintah juga mendorong Gapoktan agar mulai membangun kemandirian dalam penyediaan Alsintan.
Kepemilikan traktor, combine harvester, maupun peralatan pertanian lainnya di tingkat Gapoktan dinilai dapat membantu petani mengatasi keterbatasan akses terhadap alat saat musim tanam dan panen.
Gubernur berharap Gapoktan tidak hanya menjadi wadah kelompok tani, tetapi juga dapat berkembang menjadi unit usaha yang mampu menyediakan layanan Alsintan bagi anggotanya.
Menurutnya, kemandirian Alsintan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah yang jumlah dan penyalurannya dilakukan secara bertahap.