Anto mengatakan pihak wali murid belum mengambil keputusan terkait hal tersebut karena pengalaman setiap korban berbeda.
"Kami tadi belum sempat menjawab karena kami harus koordinasi dulu. Apa yang dialami kami berbeda-beda, dari segi waktunya, kondisi anak, dan biaya yang kami bayarkan setiap bulannya," imbuhnya.
Terlebih, mulai pekan depan persidangan disebut akan digelar dua kali dalam sepekan. Karena itu, para wali murid perlu melakukan koordinasi untuk menentukan langkah yang akan diambil.
Wali Murid Berharap Pemerintah Beri Perhatian
Selain mengawal proses hukum di pengadilan, pihak wali murid juga berharap kasus tersebut mendapatkan perhatian pemerintah.
Anto mengatakan para orang tua berharap dapat menyampaikan kondisi yang mereka alami secara langsung kepada Presiden.
"Kami juga sempat menyampaikan kepada beberapa teman-teman media untuk berkomunikasi dengan Presiden secara langsung, mengharap atensi dari pemerintah berkaitan dengan kasus yang kami hadapi saat ini," ungkapnya.
Para wali murid memastikan akan terus mengawal proses persidangan kasus Daycare Little Aresha di PN Yogyakarta hingga proses hukum berjalan secara tuntas.
Sidang perdana pada Selasa (18/8/2026) sendiri menjadi awal dari rangkaian persidangan perkara tersebut. Orang tua korban hadir langsung di PN Yogyakarta untuk mengikuti jalannya proses hukum dan menyampaikan aspirasi mereka. (Faqih).