Diikuti Peserta dari Berbagai Daerah
JFW 2026 juga menghadirkan Jogja Fashion Designer Competition. Kompetisi desain tersebut diikuti 86 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Program lainnya adalah Batik Casual Appreciation Fashion Show yang melibatkan seluruh kepala OPD di lingkungan Pemda DIY.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen kepala OPD dalam mempromosikan penggunaan batik casual khas Yogyakarta. Program itu sekaligus diarahkan untuk mendukung pengembangan IKM sektor fashion dan pelestarian batik sebagai identitas budaya daerah.
Selain itu, JFW 2026 menghadirkan fashion talk yang melibatkan berbagai komunitas.
Target Penjualan Rp2 Miliar
Tak hanya menargetkan dampak dari sisi kreativitas dan promosi budaya, Jogja Fashion Week 2026 juga diarahkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha.
Penyelenggara menargetkan nilai penjualan mencapai Rp2 miliar selama pelaksanaan JFW 2026.
Anton berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan target transaksi yang ditetapkan dapat tercapai.
“Jogja Fashion Week 2026 bukan sekadar perhelatan mode, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat identitas, kreativitas, dan daya saing industri fashion Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucap Anton.
BACA JUGA:Anggaran Pringsewu 2027 Capai Rp1,147 Triliun, Pemkab dan DPRD Resmi Sepakati KUA-PPAS
Ia menambahkan, JFW diharapkan menjadi rumah bagi kreativitas fashion Indonesia sekaligus membuka peluang lebih luas bagi desainer, pelaku industri, UMKM, dan seluruh ekosistem fashion di Yogyakarta untuk naik kelas serta menembus pasar global.
Pembukaan JFW 2026 dihadiri Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Dekranasda DIY, Kabupaten Kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah DIY, bupati dan wali kota se-DIY atau perwakilannya, perwakilan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, kepala OPD di lingkungan Pemda DIY, perwakilan Dekranasda, perbankan, akademisi, KADIN, asosiasi, perhotelan, serta para pelaku dan pecinta fashion.
Melalui JFW 2026, Pemda DIY ingin menjadikan kekayaan budaya sebagai sumber inspirasi sekaligus kekuatan ekonomi kreatif. Dari akar budaya Yogyakarta, karya fashion diharapkan dapat bergema dan menembus pasar global. (Faqih).