Dari Vespa-an Keliling Jogja, Zita Anjani Ajak Komunitas Promosikan Wisata Indonesia

Minggu 12-07-2026,22:06 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, mengajak komunitas menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Dialog Pelaku Pariwisata Kota Yogyakarta di Legend Cafe, Rabu (8/7/2026), setelah mengikuti kegiatan touring bersama komunitas Vespa mengelilingi sejumlah ikon Kota Yogyakarta.

Menurut Zita, pembangunan sektor pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari komunitas, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, media, hingga generasi muda agar potensi wisata Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Saya percaya pariwisata Indonesia tidak bisa digerakkan hanya oleh satu orang. Harus berkolaborasi, terutama dengan komunitas, masyarakat, dan anak-anak muda. Karena itu hari ini saya Vespa-an bersama komunitas keliling Jogja," kata Zita.

Ia mengaku menikmati suasana Yogyakarta saat sore hingga malam hari. Rombongan melintasi kawasan Benteng Keraton dan Alun-alun, yang menurutnya menunjukkan pesona Yogyakarta sebagai destinasi wisata budaya yang tetap hidup pada malam hari.

BACA JUGA:InJourney Perkuat Nation Branding Indonesia melalui Konservasi Candi Prambanan

Zita menjelaskan, komunitas Vespa dipilih karena memiliki jaringan yang kuat hampir di seluruh Indonesia. Selain melestarikan kendaraan klasik, komunitas tersebut dinilai memiliki kebiasaan menjelajahi berbagai daerah sehingga berpotensi menjadi duta promosi destinasi wisata.

"Orang-orang yang mencintai Vespa bukan hanya menggunakan kendaraannya, tetapi juga berkeliling ke berbagai destinasi wisata. Itu yang kami lihat sebagai kekuatan besar untuk berkolaborasi mempromosikan, menjaga, dan melestarikan pariwisata Indonesia," ungkapnya.

Dalam dialog bersama pelaku pariwisata, Zita juga menekankan pentingnya pendekatan pentahelix dalam pembangunan sektor wisata. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, media, dan konten kreator menjadi kunci agar pariwisata Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi wisata yang sangat besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan destinasi, terutama terkait kebersihan, perawatan kawasan, dan kenyamanan wisatawan.

"Pariwisata Indonesia sudah baik. Yang harus terus kita tingkatkan adalah kebersihan, perawatan destinasi, dan menghilangkan praktik-praktik yang mengganggu wisatawan. Kalau destinasi kita semakin berkualitas, wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga akan membelanjakan lebih banyak uang selama berada di Indonesia," katanya.

Zita juga membuka peluang kolaborasi dengan media dan kreator konten melalui program Unlock Indonesia. Ia mengatakan dukungan pemerintah tidak selalu berupa anggaran, melainkan juga fasilitasi agar promosi destinasi wisata dapat berjalan lebih mudah.

BACA JUGA:Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Diminta Bawa Terobosan Birokrasi

Sebagai contoh, pihaknya membantu menjembatani komunikasi terkait perizinan penggunaan drone bagi kreator konten yang ingin memproduksi materi promosi destinasi wisata.

"Kami ingin berjalan bersama. Bukan hanya soal anggaran, tetapi bagaimana pemerintah bisa membantu teman-teman yang ingin mempromosikan Indonesia dengan cara yang benar," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, menyebut pendekatan melalui komunitas Vespa menjadi langkah yang tepat karena memiliki keterkaitan dengan karakter Yogyakarta sebagai kota budaya dan sejarah.

Kategori :