"Momentum kunjungan Perdana Menteri India diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan minat wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Candi Prambanan. Kami berharap percepatan pemugaran kawasan Prambanan semakin memperkuat daya tarik destinasi ini di mata dunia, khususnya bagi wisatawan asal India yang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan kawasan ini," ungkap Febrina.
Setiap tahun, Candi Prambanan menarik sekitar 2,4 juta wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui kolaborasi konservasi Indonesia–India ini, InJourney berharap kawasan Candi Prambanan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi budaya kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan quality tourism, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta membuka peluang lebih besar bagi pengembangan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata. (Faqih)